Senin, 26 September 2011

Pengalaman membuat tempat hardisk dari tas leptop


Ini pesanan Rudi, pengalaman pertamaku bikin tempat harddisk seperti ini, cukup lama baru bisa dapat ide polanya. Sebelumnya pernah membuat tempat harddisk untuk Kurns, tapi jahit tangan dan terbuat dari bahan felt, jadi cukup simpel. Kali ini murni ribet menurutku, soalnya berlapis-lais kain serta jahit mesin. Karena kewalahan, untuk proses menjahit mesin, saya minta tolong sama Mama Esa, tetangga kamarku. Semacam kolaborasi lah, hehehe.
Dan tadaaaa...menurutku lumayan lah, entah dengan si pemesan! Belakangan saya baru tahu, si Rudy sengaja memesan dua untuk diberikan ke temannya satu, Haris. Oya, masih ada sisa kainnya, cukup untuk satu tempat hardisk lagi. Sekarang sementara proses pengerjaan, buat Kurns tentunya ;)

Yubiyami Biru Putih


Yubiyami buat tanta Anna (maaf yah, lambat...hampir setahun baru bisa beli benang) :)

Kamis, 22 September 2011

Pocket Book pesanan Adi

Masih ingat ceritaku waktu memenangkan giveaway pocketbook dari Mbak Tarlen? Setelah sukses membuat pocketbook pertamaku, dengan mengikuti tutorial menyatukan kertas dari Mbak Tarlen juga, saya membuat pocketbook lagi. Kali ini jadi proyek kolaborasi dengan Kurns. Adi (teman di Unit Kegiatan Pers Mahasiswa UH) mendambakan pocketbook sebagai perekam perjalanannya ke mana-mana. Jadilah dia meminta desain ini itu, lalu Kurns yang desainkan dan terakhir saya yang menyempurnakannya jadi pocket book. ^_^

Bahannya, sampul yang sudah di desain dan dicetak kertas foto (sesuai selera lah, saya kebetulan cuma punya kertas foto, hehehe). Terus supaya gambarnya tidak tergores, saya memilih stiker pelapis di sampulnya. Alatnya, gunting, cutter, kertas, jarum besar, sama benang. :)

Proses menjahit kertasnya bisa kalian lihat di tutorial yang kusebut di atas, tinggal klik ;)

Senin, 22 Agustus 2011

Oleh-Oleh dari Inggris

Akhirnya, setelah kurang lebih dua tahun di Inggris dan Nepal menyelesaikan kuliah S2, kak Anna kembali ke Indonesia.

Bukan cuma berdua dengan kak Imran, suaminya. Tapi bertambah seorang personil, Arung Panrita. Kalau selama ini kami cuma bisa melihat bayi Arung lewat foto-foto

di facebook, akhirnya kami bisa ketemu langsung. Saya sendiri baru bisa ketemu sama Arung, setelah dua pekan mereka tiba di Makassar. Hampir semua personil rumah besar kebagian oleh-oleh, senangnya ^_^

Saya sendiri, dapat buku kreasi "Making Cards", tentu saja ini adalah oleh-oleh paling kusenangi, keren sekali isinya. Ada 50 jenis kreasi kartu, yang semua bahannya mudah didapatkan, bahkan ada dari kertas bekas.

Selain itu, dulu waktu baru-baru tiba di Inggris saya memesan disimpankan uang koin Inggris. Soalnya Kurns senang mengoleksi segala jenis uang koin, ternyata kak Anna masih ingat, dan saya dibawakan banyak uang koin, mulai dari Nepali Rupee yang kurang lebih nilai tukarnya Rp.110,-

juga ada koin Euro yang nilainya kurang lebih Rp.12.000,- dan mata uang paling tinggi nilai tukarnya (menurut Kurns) yaitu Poundsterling, kalau sekarang kira-kira nilai tukarnya mencapai Rp.13.000,- ke atas, saya pernah mendengar ada melebihi Rp.17.000,-

Kalau dihitung-hitung, hmm...beberapa uang ratusan ribu mungkin.

Sekali lagi terima kasih kak Anna :)









Ini koleksi koinku bersama Kurns saat ini, we have another session fot this :) ok!