Tampilkan postingan dengan label Knitting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Knitting. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2012

Join Retrobaby Giveaway Yuk!

Yey...yey...dalam rangka ulang tahun blognya yag pertama, blog Retrobaby mengadakan giveaway.
Tentu saja menggiurkan karena yang akan dibagikan adalah benang super banyak, kira-kira 1100 gram. Wow...
Bagi orang yang tergila-gila sama rajutan seperti saya saat ini, 
tentu saja sangat berharap bisa mendapatkan giveaway ini. 
I wish I get it ;) 
I wanna making many things from this yarn, in Indonesia our yarn not many variation,
there are import yarn but expensive :(
Hope...Hope...Hope...get it... ^_^

Senin, 23 Januari 2012

Flower Headband

Bandana untuk donasi di Sokola bulan Maret nanti :)
 Bunga-bunganya 3 lapis dengan jenis benang berbeda, bulky+woll+pita
Crochet dengan rumus : 5 C, slip stitch, 3 C, 9 SC, slip stitch
untuk tiap kelopak bunga 2 C, 3 DC (tripel DC kah? saya ndak tau), 2 C, slip stitch
 
Bandana yang kubuat sama 3 buah, satu untuk Bumbee, dua untuk Duo Gemini sepupunya Bumbee ;)
Untuk bunganya menggunakan benang woll (putih) dan benang sweet cotton Poyeng (biru putih)
Bandananya menggunakan jarum rajut nomor 3,5mm, dengan pola 5 K sepanjang 45cm ;)

Jumat, 11 November 2011

Merajut Bandana

Bandana for Luna ;) (mengikuti bentuk bandana Luna Vidya sebelumnya) 
Dibuat sangat lama, melewati dua kali lebaran baru jadi, lantaran jarumku yang besi ternyata tak cocok untuk merajut benang katun. Lama baru dapat jarum yang cocok yaitu jarum rajut nomor 3 (beli di Poyeng) Pengerjaannya hanya 3 hari, sambil mengikuti Pembekalan KKN kemarin, hihihi...

Kamis, 10 November 2011

Satu gulung benang rajut bisa bikin apa?


Saya sering mendapati pertanyaan 'satu gulung benang rajut bisa bikin apa?'
Tentu saja jawabannya 'ya...macam-macam'
Hasil rajutan kan sangat bergantung pada jenis benang dan ukuran stik rajutnya nomer berapa? Karena ia akan mempengaruhi kerapatan rajutan kita. Biasanya kalau benang kecil dan jarum rajutnya kecil, pasti rajutannya rapat, sehingga untuk membuat syal misalnya, akan lebih pendek hasilnya. Kalau jarumnya besar dan jarum rajutnya juga besar, akan menghasilkan rajutan yang berjarak dan tentunya hemat benang. Jadi sekali lagi, semua tergantung apa yang ingin anda buat. (Berdasarkan pengalaman pribadiku sih begitu, hehehe...)
Berikut beberapa hasil benang rajutan yang pernah kubuat bersama Piyo dan Widya peserta kelas Merajut Yuk!
 Syal buatan Widya untuk anaknya Farhan


Dell Streak 5 Case buatan Piyo plus tali gantungannya
(Keduanya menghabiskan satu gulung benang TIPI dari Tobucil 
warna campur-'benang masih ada sisa sedikit loh', 
dengan jarum rajut nomer 5, hasilnya jadi rapat)
Sedangkan Kids Back Pack buat anaknya Bobel, menghabiskan satu
gulung benang Sweet Cotton dari Poyeng.
Dikerjakan hanya 3 hari untuk ukuran pemula, ini lumayan cepat loh!
Menggunakan jarum rajut nomer 3,5


 Ini buatanku, satu harddisk case dengan sumpit sebagai jarum rajutnya
plus syal yubiyami (tapi yang warna lain 
dari benang yang beda) keduanya dari satu gulung benag TIPI polos, 
bahkan masih ada sisanya sedikit)
Kalian bagaimana? Bagi cerita yah, ditunggu ;)

Jumat, 28 Oktober 2011

Oleh-oleh kelas 'Merajut Yuk!' edisi #1


Dengan bekal semangat dan benang yang sudah melimpah ruah, saya pun menuju ke Kampung Buku dengan tergesa-gesa. Jam di hp ku sudah menunjukkan pukul 2.30 siang, Panji si gimbal bermata sipit itu belum juga muncul. Padahal kami janjian akan berangkat bersama dari UKPM lantaran ia belum pernah ke Kampung Buku. Kemudian kami sepakat melalui sms ketemu di CV. Dewi saja agar bisa hemat waktu, sebab ia baru kembali mencari sesuatu di toko handphone.

Sheni, Azurah, dan Titin, rekan partisipan Linonipi sekaligus peserta kelas merajut sebelumnya sudah sampai duluan. Saat saya tiba, pukul 3 lewat (macet tentu saja penyebabnya) ketiganya tengah menikmati makan siang yang mereka beli di jalan seleum ke Kampung Buku. Sudah ada Tika dan kak Widya juga ternyata, saya jadi tak enak lantaran terlambat. Juga ada Anna bersama baby Arung, yang ingin merujak sambil anaknya merajuk. ;p

Setelah makan, Sheni beserta Tin buru-buru mencari tempat fotocopy untuk menggandakan flyer yang berisi tentang rajutan. Tak begitu lama, Panji tiba di tempat (tentunya setelah kujemput di depan pintu gerbang Cv. Dewi).

Awalnya kukira peserta kelas merajut hanya kami-kami saja (saya, Sheni, Widya, Tika, Piyo, Weda, dan Panji) tapi pas kelas sudah mau dibuka, tiga orang perempuan berjilbab dengan senyum sumringah masuk dan segera bergabung. Mereka adalah Nanie, Umroh, dan Riana
.
Tanpa ajang perkenalan dan pembukaan kelas merajut tiba-tiba saja dimulai, entah saya lupa siapa yang memulai antusias bertanya ini itu. Kemudian berbaurlah seluruh peserta meski tak mengenal satu sama lain. Seorang peserta lagi datang, dengan senyum dan langsung terjun bergabung, namanya Kasma. Belakangan baru kutahu dia adalah crafter dengan label Toompank, saya sering berkunjung di blognya, tak menyangka bisa ketemu di kelas ini.

Menyusul dua kawan Kasma, yaitu Ewi dan Imhe. Keduanya juga antusias ketika melihat yang lain sudah memegang benang dan jarum rajut. Sembari Sheni mengajarkan teknik dasar merajut, tak lama Piyo dan Weda keluar dari dapur membawa beberapa gelas pallubutung, yummi. Setelah itu keduanya pun buru-buru mengejar peserta yang sudah keasyikan merajut. Pallubutung dibiarkan dingin beberapa saat, semuanya tenggelam merajut, saya senang ternyata respon kelas ini baik, semuanya terlihat bersemangat, meski ada yang harus beberapa kali mengulang rajutannya karena kesalahan-kesalahan kecil. Tapi tak apa, kata Sheni, semakin sering mengulang nanti semakin lancar dan akan tahu di mana letak kesalahan-kesalahan sebelumnya.

Hari mulai gelap tapi belum ada tanda kelas akan beraakhir, meski beberapa orang sudah duluan pamit. Peserta yang terakhir datang adalah Tenri, dengan bekal keterampilan merendanya, ia tak butuh waktu lama untuk menguasai teknik merajut yang prinsipnya tak jauh beda dengan merenda, yakni mengaitkan benang menjadi kain. Ifi, juga datang tak lama setelah itu.

Perbincangan kemudian beralih ke teknik merenda dan rencana membuat kelas merenda suatu saat. Setelah magrib tanpa penutup, kelas pun berakhir. Ada yang pulang membawa rajutan yang siap dilanjutkan, juga ada yang menunggu untuk pertemuan selanjutnya saja lantaran jarum rajut yang belum ada. Harus menunggu pesanan jarum dari Bandung atau Jogja tiba dulu :(

Dan saat perjalanan pulang kami baru sadar kalau pertemuan tadi tak ada sesi perkenalan, untungnya saya sempat meminta para peserta menuliskan nama dan nmer hp masing-masing. Oya, dua perempuan enjel lupa saya kenalkan, mereka adalah Wana dan Azura, tak ikut merajut, hanya penggembira sambil sesekali memerhatikan kelas ini berjalan. Thanks yah...

Terima kasih untuk semua yang sudah berpartisipasi. Sampai bertemu di kelas Merajut Yuk! edisi 2 di Taman Macan hari Minggu tanggal 30 Oktober 2011 pukul 3 sore.


Maaf saat ini belum sempat memposting keseluruhan cerita dari rangkaian kelas merajut ini. Namun intinya, yang kita pelajari pada pertemuan kali ini adalah:
"Prinsip dasar merajut hanya 3, yaitu melingkarkan benang pada jarum, memasukkan jarum ke simpul benang, dan mengambil benang melaluinya. Sedangkan teknik rajutan hanya ada 2, yaitu Knit dan Purl. Di samping itu ada juga rajutan dasar (cast on) dan rajutan akhir (bind off)."