Tampilkan postingan dengan label Merajut dengan Jari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merajut dengan Jari. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2012

Yubiyami Headband

Yubiyami Headband ;)
Bunga: Crochet benang pita dengan jarum nomor 3 rose ;)
Model: Dian Nurul Aini (Sepupuku)

Minggu, 27 November 2011

Kado ulang tahun buat Lalat yang sedang flu

Jangan kira Lalat itu perempuan, gambar di atas hanya sekedar model.
Lalat itu my f***in brother di Kampoeng Sastra. Teman makan, teman tidur, teman curhat waktu jamannya anak Kampoeng Sastra sering nginap di SEMA Sastra (yang belakangan kami namai KOST) hihihi...
Sebenarnya sudah sangat lama ia menginginkan syal hitam yubiyam. Tapi saya pelupa dan sok sibuk, jadi baru bisa mengerjakannya kemarin, itupun setelah dia memajang wajah sok memelas dengan isapan ingus (sebagai tanda dia benar-benar flu) Hahaha...maafkan saya sodara. Dan Selamat Ulang Tahun!!!

Jumat, 11 November 2011

Merajut Bandana

Bandana for Luna ;) (mengikuti bentuk bandana Luna Vidya sebelumnya) 
Dibuat sangat lama, melewati dua kali lebaran baru jadi, lantaran jarumku yang besi ternyata tak cocok untuk merajut benang katun. Lama baru dapat jarum yang cocok yaitu jarum rajut nomor 3 (beli di Poyeng) Pengerjaannya hanya 3 hari, sambil mengikuti Pembekalan KKN kemarin, hihihi...

Kamis, 10 November 2011

Satu gulung benang rajut bisa bikin apa?


Saya sering mendapati pertanyaan 'satu gulung benang rajut bisa bikin apa?'
Tentu saja jawabannya 'ya...macam-macam'
Hasil rajutan kan sangat bergantung pada jenis benang dan ukuran stik rajutnya nomer berapa? Karena ia akan mempengaruhi kerapatan rajutan kita. Biasanya kalau benang kecil dan jarum rajutnya kecil, pasti rajutannya rapat, sehingga untuk membuat syal misalnya, akan lebih pendek hasilnya. Kalau jarumnya besar dan jarum rajutnya juga besar, akan menghasilkan rajutan yang berjarak dan tentunya hemat benang. Jadi sekali lagi, semua tergantung apa yang ingin anda buat. (Berdasarkan pengalaman pribadiku sih begitu, hehehe...)
Berikut beberapa hasil benang rajutan yang pernah kubuat bersama Piyo dan Widya peserta kelas Merajut Yuk!
 Syal buatan Widya untuk anaknya Farhan


Dell Streak 5 Case buatan Piyo plus tali gantungannya
(Keduanya menghabiskan satu gulung benang TIPI dari Tobucil 
warna campur-'benang masih ada sisa sedikit loh', 
dengan jarum rajut nomer 5, hasilnya jadi rapat)
Sedangkan Kids Back Pack buat anaknya Bobel, menghabiskan satu
gulung benang Sweet Cotton dari Poyeng.
Dikerjakan hanya 3 hari untuk ukuran pemula, ini lumayan cepat loh!
Menggunakan jarum rajut nomer 3,5


 Ini buatanku, satu harddisk case dengan sumpit sebagai jarum rajutnya
plus syal yubiyami (tapi yang warna lain 
dari benang yang beda) keduanya dari satu gulung benag TIPI polos, 
bahkan masih ada sisanya sedikit)
Kalian bagaimana? Bagi cerita yah, ditunggu ;)

Jumat, 28 Oktober 2011

Oleh-oleh kelas 'Merajut Yuk!' edisi #1


Dengan bekal semangat dan benang yang sudah melimpah ruah, saya pun menuju ke Kampung Buku dengan tergesa-gesa. Jam di hp ku sudah menunjukkan pukul 2.30 siang, Panji si gimbal bermata sipit itu belum juga muncul. Padahal kami janjian akan berangkat bersama dari UKPM lantaran ia belum pernah ke Kampung Buku. Kemudian kami sepakat melalui sms ketemu di CV. Dewi saja agar bisa hemat waktu, sebab ia baru kembali mencari sesuatu di toko handphone.

Sheni, Azurah, dan Titin, rekan partisipan Linonipi sekaligus peserta kelas merajut sebelumnya sudah sampai duluan. Saat saya tiba, pukul 3 lewat (macet tentu saja penyebabnya) ketiganya tengah menikmati makan siang yang mereka beli di jalan seleum ke Kampung Buku. Sudah ada Tika dan kak Widya juga ternyata, saya jadi tak enak lantaran terlambat. Juga ada Anna bersama baby Arung, yang ingin merujak sambil anaknya merajuk. ;p

Setelah makan, Sheni beserta Tin buru-buru mencari tempat fotocopy untuk menggandakan flyer yang berisi tentang rajutan. Tak begitu lama, Panji tiba di tempat (tentunya setelah kujemput di depan pintu gerbang Cv. Dewi).

Awalnya kukira peserta kelas merajut hanya kami-kami saja (saya, Sheni, Widya, Tika, Piyo, Weda, dan Panji) tapi pas kelas sudah mau dibuka, tiga orang perempuan berjilbab dengan senyum sumringah masuk dan segera bergabung. Mereka adalah Nanie, Umroh, dan Riana
.
Tanpa ajang perkenalan dan pembukaan kelas merajut tiba-tiba saja dimulai, entah saya lupa siapa yang memulai antusias bertanya ini itu. Kemudian berbaurlah seluruh peserta meski tak mengenal satu sama lain. Seorang peserta lagi datang, dengan senyum dan langsung terjun bergabung, namanya Kasma. Belakangan baru kutahu dia adalah crafter dengan label Toompank, saya sering berkunjung di blognya, tak menyangka bisa ketemu di kelas ini.

Menyusul dua kawan Kasma, yaitu Ewi dan Imhe. Keduanya juga antusias ketika melihat yang lain sudah memegang benang dan jarum rajut. Sembari Sheni mengajarkan teknik dasar merajut, tak lama Piyo dan Weda keluar dari dapur membawa beberapa gelas pallubutung, yummi. Setelah itu keduanya pun buru-buru mengejar peserta yang sudah keasyikan merajut. Pallubutung dibiarkan dingin beberapa saat, semuanya tenggelam merajut, saya senang ternyata respon kelas ini baik, semuanya terlihat bersemangat, meski ada yang harus beberapa kali mengulang rajutannya karena kesalahan-kesalahan kecil. Tapi tak apa, kata Sheni, semakin sering mengulang nanti semakin lancar dan akan tahu di mana letak kesalahan-kesalahan sebelumnya.

Hari mulai gelap tapi belum ada tanda kelas akan beraakhir, meski beberapa orang sudah duluan pamit. Peserta yang terakhir datang adalah Tenri, dengan bekal keterampilan merendanya, ia tak butuh waktu lama untuk menguasai teknik merajut yang prinsipnya tak jauh beda dengan merenda, yakni mengaitkan benang menjadi kain. Ifi, juga datang tak lama setelah itu.

Perbincangan kemudian beralih ke teknik merenda dan rencana membuat kelas merenda suatu saat. Setelah magrib tanpa penutup, kelas pun berakhir. Ada yang pulang membawa rajutan yang siap dilanjutkan, juga ada yang menunggu untuk pertemuan selanjutnya saja lantaran jarum rajut yang belum ada. Harus menunggu pesanan jarum dari Bandung atau Jogja tiba dulu :(

Dan saat perjalanan pulang kami baru sadar kalau pertemuan tadi tak ada sesi perkenalan, untungnya saya sempat meminta para peserta menuliskan nama dan nmer hp masing-masing. Oya, dua perempuan enjel lupa saya kenalkan, mereka adalah Wana dan Azura, tak ikut merajut, hanya penggembira sambil sesekali memerhatikan kelas ini berjalan. Thanks yah...

Terima kasih untuk semua yang sudah berpartisipasi. Sampai bertemu di kelas Merajut Yuk! edisi 2 di Taman Macan hari Minggu tanggal 30 Oktober 2011 pukul 3 sore.


Maaf saat ini belum sempat memposting keseluruhan cerita dari rangkaian kelas merajut ini. Namun intinya, yang kita pelajari pada pertemuan kali ini adalah:
"Prinsip dasar merajut hanya 3, yaitu melingkarkan benang pada jarum, memasukkan jarum ke simpul benang, dan mengambil benang melaluinya. Sedangkan teknik rajutan hanya ada 2, yaitu Knit dan Purl. Di samping itu ada juga rajutan dasar (cast on) dan rajutan akhir (bind off)."

Minggu, 02 Oktober 2011

Apa itu Yubiyami?

Saya sering menjumpai pertanyaan, apa itu yubiyami/yubiami?
Nah, dalam bahasa Jepang, yubi berarti jari tangan, amu artinya mengaitkan benang biasa juga dikatakan merajut benang.Yubiyami dalam bahasa inggris sering dikatakan finger knitting.
Jadi, kesimpulannya adalah:
MERAJUT DENGAN JARI :)
Bagaimana caranya? Coba deh cari tutorialnya yang berseliweran di dunia maya,
pasti banyak! apalagi videonya di youtube.
Saya punya buku panduannya, kalau kalian berminat,berikan saya alamat email kalian, nanti kukirim dalam bentuk PDF atau JPEG.

Camane Craft, share with love...

Yubiyami Bee buat Mama Bee

Awalnya kukira tidak akan menemukan benang sepadan dengan benang orange yang kupesan lebih dulu lewat Rachel. Jadi dipadankan sama benang yang ada saja, putih. Tapi setelah bersabar tunggu kiriman benang lagi, akhirnya dapat warna hitam, dan tadaaaaaa...




Yubiyami Bee...special for Mama Bee...

(nasibnya sama dengan syal yubiyami tanta Anna
kemarin, telat abis...hehehe maap)

Senin, 26 September 2011

Pengalaman membuat tempat hardisk dari tas leptop


Ini pesanan Rudi, pengalaman pertamaku bikin tempat harddisk seperti ini, cukup lama baru bisa dapat ide polanya. Sebelumnya pernah membuat tempat harddisk untuk Kurns, tapi jahit tangan dan terbuat dari bahan felt, jadi cukup simpel. Kali ini murni ribet menurutku, soalnya berlapis-lais kain serta jahit mesin. Karena kewalahan, untuk proses menjahit mesin, saya minta tolong sama Mama Esa, tetangga kamarku. Semacam kolaborasi lah, hehehe.
Dan tadaaaa...menurutku lumayan lah, entah dengan si pemesan! Belakangan saya baru tahu, si Rudy sengaja memesan dua untuk diberikan ke temannya satu, Haris. Oya, masih ada sisa kainnya, cukup untuk satu tempat hardisk lagi. Sekarang sementara proses pengerjaan, buat Kurns tentunya ;)

Yubiyami Biru Putih


Yubiyami buat tanta Anna (maaf yah, lambat...hampir setahun baru bisa beli benang) :)

Kamis, 10 Februari 2011

Yubiami kedua, kado untuk Aan

Hai-hai, ini yubiami kedua yang kubikin. Sengaja dibikin buat kado ulang tahun teman saya, M.Aan Mansyur yang sudah lewat beberapa minggu. Soalnya kalau untuk teman laki-laki saya paling bingung mau kasi apa. Untungnya ada kelas rajut di Linonipi kemarin. Walaupun sudah terlambat kasih kadonya sih. Sejak tahun lalu saya berusaha membuat kado untuk siapapun dengan tangan saya sendiri. Saya rasa itu lebih punya makna dalam daripada kado yang dibeli (cieee...^_~)
Oya, salah satu keunggulan yubiami, kita bisa bikin sambil baring-baring, tengkurap, dan posisi lainnya, hehehe. Buktinya ini, saya bikin pas lagi nyeri haid menyerang. Jadinya bikin yubiami sambil guling-guling kesakitan. ^_^

Ini benang berwarna gelap terakhir, hampirmi pakai benang warna pink seandainya ndada...

Saran penyajian (mie instan kapang?)
Diikat pita (biar mami kayak kado untuk cewek ka iniji yang kutau kasian!)


Terakhir dibungkus pakai kertas bekas poster festival musik punk Makassar
(rata-rata kertas kado yang saya punya gambar boneka belah, kan ndak lucu kalau buat laki-laki)


Nah, ini karya si HITAM PEKAT. Kami sama-sama kecanduan bikin yubiami. Dan ini karya dia yang kedua juga. Dan spesial untuk ulang tahun Shinta Febriani yang tak lain teman M. Aan Mansyur juga...hehehe...
Di tes dulu...
Tak lama loh bikinnya...

Jumat, 04 Februari 2011

My First Yubiami

Tiap hari Kamis, ada kelas rajut yang diadakan di Linonipi Infohouse. Saya mengikuti pelajaran pertama yaitu merajut dengan dua jarum tapi sudah lebih satu bulan rajutanku tidak kelar-kelar akibat penyakit bernama MALAS. Hehehe... Nah, pelajaran kedua, kemarin tanggal 3 Februari 2011 yaitu YUBIAMI. Teknik merajut dengan menggunakan empat jari. Ini lumayan mudah dan bisa selesai dalam waktu yang cepat. Makanya kemarin semangat skali selesaikan dan inilah hasilnya.
Oya, karena di Makassar tidak ada yang menjual benang rajut, si pengajar kami jauh-jauh ke Bandung buat beli bahan (skalian pulkam). Benang-benang yang kami gunakan dibeli di TOBUCIL. Walaupun saya belum sempat ke sana, minimal sudah merajut pakai benang dari sana, hehehe.