Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Januari 2016

Selamat Tahun Baru 2016





Halo Halooooo...

Selamat tahun baru (telat beberapa hari hehehe...)

Apa kabar?

Saya sendiri masih diserang galau, apalagi baru saja selelai blogwalking ke beberapa blog favorit saya, ada Vitarlenology, Ideku Handmade, Yufinats, dan Ika Vantiani. Galaunya karena bahkan sampai saat ini, di tahun ke 5 saya terjun di dunia craft, saya belum bisa menentukan saya fokusnya apa sih sebenarnya? Belum menemukan jati diri dalam dunia membuat ini, begitulah. Atau mungkin karena terlalu banyak mau?

Pergantian tahun, ada rencana apa?

Tentu saya tidak bisa melepaskan diri dari dunia craft ini. Saya tipe orang yang cepat bosan dan selalu mau belajar banyak hal. Tiga bulan terakhir penghujung tahun 2015 saya mengikuti Pelatihan Penelitian Desa yang diadakan oleh Sekolah Rakyat Petani Payo-Payo. Penelitian dengan metode Participatory Action Research ini kemungkinan besar (saya sudah mengajukan diri sebenarnya cuma belum ada pengumuman) akan saya lanjutkan satu tahun ke depan di Desa Gunung Perak, Kabupaten Sinjai. Jadi selama satu tahun saya tidak akan sering berada di Kota Makassar. Saya harus rela menahan banyak keinginan membuat ini dan membuat itu demi menabung agar bisa membuka Recycle and Craft Shop. Ya... Semoga jika semuanya berjalan lancar saya juga sudah menemukan mau fokus pada apa seperti yang diceritakan Vitarlenology dalam postingannya yang ini.

Sampai jumpa... Doakan saya segera menemukan jati diri yah ;)

Rabu, 17 April 2013

Serikat Hati Ipang & Hera : Become Wedding Decor for Garden Party

Tanggal 10 April kemarin, menjadi hari yang paling saya tunggu. Terharu bahagia (tsah tsah bahasanya)    karena itu hari untuk merayakan pernikahan kedua teman saya Hera dan Ipang. Keduanya adalah pasangan yang aduuuh serasi dan sangat baik, sudah bersama melebihi 10 tahun. Dan saya senang bisa mengenal keduanya. Senang dengan semangatnya. Senang dengan cara mereka menikmati hidup.
Dan yang membuat saya menunggu tanggal 10 April juga karena saya dilibatkan dalam acara pernikahan mereka. Menjadi bagian dari BO alias Botting Organizer (botting = wedding dalam bahasa Bugis). Ini kali pertama saya terlibat dalam hal menyusun rencana acara pernikahan.
Akad nikahnya sudah berlangsung tanggal 6 April, bertepatan dengan hari ulang tahun Hera dan saat itu. Konsep acara Garden Party jadinya khusus untuk teman dan kerabat dekat Ipang dan Hera. Tentu saja kita bebas mendesain sesuai selera Ipang dan Hera tentunya ^^
Dan saya memilih menjadi bagian dari tim dekor. Mulailah 2 minggu sebelumnya saya melenyapkan diri dari urusan craft pribadi, kemudian mtenggelam di blog kanan kiri atas bawah yang berkaitan dengan kata kunci WEDDING DECOR. Dan di jaman internet tentu saja tak sulit menemukannya. Ada ini, ini, dan itu serta masih banyak yang berseliweran di mana-mana, hehehe.
Ini adalah acara pernikahan yang paling menyenangkan. Kami menyusun rencana bersama dan mengusahakan agar bisa mendapatkan berbagai kebutuhan tanpa harus membelinya. Dan itu nyata, bisa terlaksana. Kami banyak mendapat bantuan dari teman-teman, mulai dari mengantar undangan, alat dan pemain musik, stage, visualisasi, dan dekorasi.
Konsepnya seperti ini pemirsahhh...







  Bunga Kertas di mana-mana dan lilin dengan wadah botol selai bekas mengelilingi kolam bunga

  


 Untuk buku tamu, konsepnya gambar pohon tanpa daun yang 
di desain sendiri sama mempelai pria, dicetak lalu para tamu yang 
datang membubuhi daun dari cap jari bertinta hijau 
dan menuliskan nama di sampingnya. 


 Papercut berbentuk sepasang pengantin yang akhirnya 
digunting sendiri sama mempelai wanita karena sudah mendekati hari H 
dan tim dekor sedikit kewalahan, hehehe. 
Sayangnya tak lama setelah dipasang hujan dan angin 
membuatnya sedikir berantakan, tapi tetap cantik ;)




Photobooth dengan latar bunga vintage dan berbagai bentuk photo properties.

Dan satu lagi, pagar pita dan bunga putih, sayang saya tidak dapat foto bagusnya hehehe...

Musik latar biola yang syahduuu sekali sampai bikin mau nangis hehehe...


Dan inilah mempelai pria dan wanitanya : Ipang Hera

 


 Tim dekor : Saya, Ija, Tin, Hera, Este, dan Wana. 
Juga ada Lala, Debra, Fuh.  Serta Sani yang tidak sempat datang karena sakit. 
Semoga cepat sembuh Sani...


Behind the scene ;) 






Tim Botting Decor ^^
Selamat melanjutkan kebahagiaan tak terhenti Hera dan Ipang...

Rabu, 20 Februari 2013

Kalender di hari pertama #librarian's diary


Hola...
Untuk tiga bulan ke depan, saya kembali menjadi librarian di Perpustakaan Yayasan BaKTI. Saya menggantikan teman saya dari kelas merajut, Marnie yang sedang cuti melahirkan. Tentu saja cukup menyenangkan, bagi saya tak ada kata bosan untuk rutinitas di sebuah perpustakaan. Sejak masuk kuliah, saya sudah melakukan pekerjaan ini. Pertama di Biblioholic, saya ditawari menjadi relawan oleh Ochank. Tiga tahun saya menghabiskan waktu di sana. Adalah hal yang menyenangkan bisa bertemu banyak buku yang ditulis oleh orang-orang hebat. Kesalahanku adalah saya tidak menyempatkan diri membaca semuanya sampai Biblioholic diputuskan untuk tutup sampai dapat tempat baru. Lalu di Idefix, juga sebagai partisipan, saya senang melakukan pendataan buku-buku, mseki tak sempat membacanya semua, namun ada kesenangan tersendiri saat kau mulai mendatanya satu per satu lalu membolak baliknya sebentar, dan bertatapan dengan sampul serta membaca judulnya. Hal yang sangat menarik menurutku. Selanjutnya di Kampung Buku, selain menjadi pustakawan saya bekerja sebagai manajer keuangan. Kali pertama saya berurusan dengan uang serta laporan. Beruntung karena Piyo dengan senang hati selalu sabar mengajari saya dan saya belajar banyak dari ketelitiannya membaca laporan. Namun karena harus ikut KKN persyaratan wajib kampus, saya memilih untuk berhenti di Kampung Buku.

Setelah dua tahun, saya melakukan banyak macam pekerjaan di berbagai tempat, tapi tidak ada yang lebih menyenangkan daripada menjadi pustakawan. Makanya saat dibertahu sama Nyomnyom seblumnya lalu Marnie menelpon saya menanyakan apa kesibukanku saat ini dan apakah saya bersedia menggantikan posisinya sementara waktu? Saya tak berpikir lama untuk menjawab yes. :)

Ya, tentu saja saya punya kegiatan lain, yaitu mengerjakan skripsi. Sempat bingung juga, tapi saya yakin bekerja di sebuah perpustakaan tak banyak menyita waktu, saya bisa mengerjakan skripsi saya sedikit-sedikit. Lalu bagaimana dengan kegiatan berkerajinan tanganku? Di sela mengurusi buku serta pembacanya, saya juga bisa mengerjakannya sedikit-sedikit. Lagipula tempat baru ini bisa menjadi sumber inspirasi lagi, bukan begitu? 
Nah, bagaimana dengan RnC shop? Untuk sementara saya tutup. Kami bertiga tak ada yang bisa meluangkan waktu untuk mengurusinya. Sampai kami dapat kios baru, selesaikan skripsi, dan kerjaan ini kelar, saya akan fokus membenahi RnC Shop. I promise. ;)

Hari ini, hari pertama saya di perpustakaan ini. Sudah lama saya tidak melakukan rutinitas bangun pagi, mandi pagi, naik angkot di pagi hari, dan semua rutinitas pekerja pada umumnya. Wajar kalau saya merasa aneh sendiri. Tapi tak apalah, semuanya akan menyenangkan dengan caraku sendiri. Waktunya menghidupi hidup. 

Seharian saya mempelajari semuanya, tentu saja dua hari sebelumnya Marnie sudah memberikan semua arahan yang mana yang mesti saya kerjakan serta berkenalan dengan yang lainnya. Mulai berkenalan dengan kode-kode rak buku, lalu menyusun buku, serta menginput buku baru.

Setelah itu, saya punya cukup waktu untuk mengerjakan skripsi dan berdiskusi dengan teman saya yang sudah mahir mengerjakan skripsi, Soren. Kami mendiskusikan skripsi melalui dunia maya. 
Selain itu saya mulai menyusun agenda-agenda menyenangkan yang bisa membuat saya hidup di sini. Mendengar lagu-lagu keren dari Kurns, membaca majalah NG dan buku, meng-aktifkan lagi blog, serta mengamati obrolan grup Indonesian Chiptune. Tentu saja banyak lagi, tapi nantilah kuceritakan lagi. 

Siang tadi saya iseng membuat kalender khusus untuk saya sekalian menge-tes printer perpustakaan ini. Saya membuatnya dari amplop bekas dan kalendernya ku print dari desain yang disediakan di web Creative Mamma secara gratis. Ayo bikin sendiri kalendermu :) Ada banyak desain kalender 2013 gratis berseliweran di dunia maya.





Lalu menempelkan coret-coretan di penjepit kertas. Hehehe... 
Simpel tapi cukup menyenangkan hari pertama ini :)



Oya, untuk kak Marnie, semoga proses melahirkannya lancar yah...

Rabu, 16 Januari 2013

Too Lazy To Move Party : Make your own party

Hola... Selamat tahun baru semua... (sungguh terlalu terlambatnya yah? hahaha...)
Ya..ya.. menyambut tahun baru hingga kemarin saya betul-betul sok sibuk :p
Jadilah pagi ini saya baru memulai postingan pertama di tahun 2013.
Apa yang mau saya bagi adalah, cerita mengenai perayaan malam tahun baru saya yang paling keren selama saya kenal sama yang namanya tahun baru. Hehehe... Tentu saja sebelum-sebelumnya saya tidak pernah serius merayakan tahun baru. Bagi saya semuanya sama saja. jadi apa yang mau dirayakan?
Tapi kali ini saya memilih untuk ikut merayakannya karena saya menerima tamu alias jadi host untuk 3 teman dari Couchsurfing. Mereka adalah Jane dari Slovakia, Adeline, dan Lily dari Romania. Tiba di Makassar tangal 30 Desember 2012.













Kami menghabiskan hari hanya dengan bertukar banyak cerita sambil nonton film di kosan ku lantaran hujan deras sepanjang hari. Mereka tak bisa ke mana-mana. Lalu di pagi hari kedua mereka di Makassar kami ngobrol mengenai perayaan tahun baru di mana? Tentu saja saya kebingungan cari tempat. Tahun-tahun sebelumnya, kalau tidak pulang kampung, ya saya cuma di kampus nongkrong sama teman, tidak ada yang spesial. Ya tentu saja hanya seperti itu karena memang saya tidak punya alasan lebih merayakan tahun baru, itu bukan kebiasaan saya. Lagipula saya tidak punya kendaraan pribadi, jadi kalau mau ke kota (soalnya kos ku jauh dari pusat kota) untuk merayakan tahun baru, pulangnya mau naik apa? Kubayangkan juga sepanjang jalan akan macet jadi saya malas keluar. Kemudian mereka pun berdiskusi, keputusannya adalah : mereka akan tetap ke kota untuk merayakan tahun baru tak apa pulang harus bayar ongkos taxi mahal, soalnya ini cuma sekali setahun. Sip. Tapi kalian mau ke mana???

Saya tiba-tiba ingat kalau tahun lalu Fami diundang oleh sebuah kafe buat main dub pas malam tahun baru. Saya mengiriminya sms dan bertanya apa dia dapat undangan buat menggung lagi? Atau paling tidak, apa dia tahu ada tempat keren buat merayakan tahun baru yang murah meriah tapi full musik. Tak lama Fami bilang mending ke tempat kerjanya. Kubayangkan di sana akan ramai dengan orang-orang yang tidak kukenal. Tapi tak apalah, ada Adi Yuda juga, paling tidak saya teman ngobrol nantinya di sana. Kalau tiga cewek ini saya tidak khawatir, tentu saja akan dapat banyak teman baru, bule gitu loh! Hehehe... Dan hal yang paling bikin saya semangat buat pergi karena Fami bilang dia main Dub di sana. Masih ingat ceritaku tentang DIY Party : Dub Party?

Singkat cerita kami pun berangkat pukul 8 malam karena takut kena macet. Acaranya dimulai pukul 10. Ternyata tak ada macet, mungkin karena gerimis. Karena perjalan mulus dan kami terlalu cepat sampai, kami memilih minum kopi dulu di salah satu kafe termurah untuk kawasan pusat kota, hehehe. Mereka berbagi cerita tentang tahun baru di negara masing-masing. Bahwa ini kali pertama mereka merayakan tahun baru tanpa salju. Hehehe...

Oke, pukul 10. Kami berjalan menuju kantor Fami, tentu saja dengan menenteng banyak bir. Saya juga diminta Fami untuk membawa lampu hias, seperti biasa. ^^

Dan sampai di sana betapa terkejutnya karena ternyata hanya ada beberapa orang dan ruang kerja Fami sudah dihias sedemikian kerennya. Plus Plus. Hanya butuh kaos tangan plastik yang diisi air, plastik es batu, kertas minyak, dan lampu hias. Tentu saja dengan seperangkat alat buat mixtape yang disediakan sendiri oleh empunya Tragic Soundsystem. Sempurna! Cemilan dan minuman jangan lupa ;)

Jane bercerita, kalau dia juga sering membuat acara seperti itu. Tapi karena mereka tidak punya teman yang jago mix musik seperti Fami (Oh... itu bikin saya sadar betapa beruntungnya saya bisa kenal sama Fami ini, hehehe) maka Jane dkk memutar musik dengan dua laptop diputar bersamaan, hasilnya mix juga kan? Hehehe... yang penting ada musik, makanan, minuman, dan teman. ^^

Tepat pukul 12 kami keluar melihat kembang api yang aduh terlalu banyak sampai kami bosan. Fami terus memainkan musik dub nya... keren sekali...

Kami memutuskan untuk pulang sekitar pukul 3 subuh. Saya sendiri sudah mengantuk, tapi tak ada pilihan lain, kami harus pulang. Dan ternyata masih ada angkot, cihuy...

Ini benar-benar keberuntungan. We start this new year with one word : LUCKY ^^

Terima kasih Fami, Adi Yuda, Ullsick, Iqbal Abdi, Rial, Andi, Donna, Balo, Ava, dan semua yang ada di sana malam itu. ^^

Rabu, 04 Juli 2012

Badnews dan Goodnews

Teman-teman, masih ingat ceritaku saat berkunjung ke Jogja dan bertemu mas Ojan? Desainer pattern Nest of Ojanto yang keren itu. Sepulang dari Jogja, kami masih saling menyapa, tentu saja melalui dunia maya dan sesekali sms-an. Kemarin, kami kembali bertemu di dunia wassap ;) Saling bertukar kabar dan tentu saja seputar skripsi, kami sedang menjalani proses akhir perkuliahan :(
Ada badnews yang Ojan kabarkan, karena ingin fokus sama urusan skripsi sampai semuanya kelar Nest of Ojanto akan off dulu. Sebagai pelanggan setia On Day Monday tentu saja yang kuprotes terlebih dahulu bagian itu, apakah On Day Monday juga akan ikut off??? Dan jawababnya "yes" Huaaaa...
On Day Monday adalah liputan Nest of Ojanto mengenai crafter dan orang-orang kreatif yang ada di Indonesia. Tiap senin saya menyempatkan diri membuka dan membacanya, berkenalan dengan crafter yang ada serta ide-ide unik mereka, inspiratif sangat pokoknya!

Tapi tidak apa-apa, kan hanya untuk sementara? Saya mestinya bertindak yang sama dengan Ojan, fokus dulu selesaikan kuliah. Tapi karena urusan kuliahku belum kelar, justru semester depan ini saya akan mengambil cuti. Kuliahku sisa satu belum tuntas, dan adanya baru tahun depan. Hehehe...

Nah, karena On Day Monday akan off, saya berpikir daripada bersedih dan tidak bisa apa-apa, kenapa tidak saya yang mengisi hari Senin itu dengan hal yang sama dengan yang dilakukan Ojan? Saya juga punya laman khusus mengenai crafter yang ada di Makassar, baru dua kali kuisi. Yup, kami pun kembali ngobrol di wassap, dan Ojan bilang itu goodnews baginya :) Saya juga jadi semangat mengisi blog ini...yip yip...

Hari Senin nanti, teman-teman sudah bisa membaca kisah crafter dari Makassar, siapakah dia? Tadaaaaaa... tunggu tanggal mainnya ;) hehehe...

Main-main ke kosan Rismakill, dapat kain perca :)

Beberapa hari yang lalu, setelah memperbaiki mesin jahitnya RC shop, saya berkunjung ke kosan Rismakill, crafter dari Bandung sahabatnya Sheni si Gugeli Craft, yang sementara waktu menetap di Makassar bersama suaminya ;) Waktu ke Bandung saya numpang nginap di kosannya yang asli penuh kain perca dan craft-craft keren.

Risma empunya Rismakill Drama DarkCloth yang senang merancang dan menjahit busana keren serba hitam ini juga senang membuat totebag dan pouch. Beberapa ia titip di kios RC. Dan setelah ngobrol, ternyata dia tidak pernah ikut kursus jahit loh! Murni otodidak, wow...




Sudah lama saya berniat mengunjungi kosannya, tapi kadang saya yang sibuk, kadang dia yang sibuk, hehehe... Barulah sempat berkunjung kemarin, sehari sebelum dia pulang kaampung ke Bandung.
Saat sampai di kamarnya yang penuh kain bertebaran di lantai, saya langsung menggila minta difoto sama Kurns di sudut-sudut kamarnya yang penuh kalelawar buatan Risma, hehehe. Lalu membongkar kardus yang penuh potongan kain sisa bajunya dengan motif tengkorak dan motif lucu lainnya. Risma berbaik hati membagikannya kepada saya.

Beberapa kain perca ini lalu kujadikan giveaway untuk RC shop

Dan yang paling bikin saya ngiler adalah ketika dia mengeluarkan berlapis-lapis kain perca dengan motif owl serta kimono girl dan semuanya diberikan untuk saya, huaaaaa... senang sekali. Tengkyu tengkyu Risma :*
Setelah itu, dia sempat menjahit satu totebag buat dititip ke Dini hanya dalam waktu kurang satu jam...ckckck... kapan yah saya bisa menjahit selincah itu?
Sore, saya pulang dengan senyum super lebar... Tengkyu Risma...

 Risma yang sedang sibuk menggunting kain untuk disulap menjadi totebag ;)