Hola... senin kembali menyapa ;)
Agang Camane kembali hadir, memperkenalkan teman crafter yang aish aish, gelang-gelang buatannya keren-keren. Nama proyekannya Gammara Accessories Handmade. Lebih lengkapnya, simak obrolan saya dengan Feranda Monica yes...
Halo... Bagi cerita dong, kenapa menamai proyekan kamu dengan nama sekarang?
Awalnya sih mau namain Cammara sesuai julukanku, di komunitas saya dipanggil Cammara tapi agak pelesetan yakk Cammara begitu... Jadi saya cari, eh Gammara saja... Gammara = keren,bagus,dll lah. Kebetulan alirannya ke accessories bikin orang keliahatan Gammara juga :D
Asli gammara tawwa Terus... awal ketertarikan kamu dengan dunia craft sampai memutuskan untuk fokus bikin aksesoris itu bagaimana? Awal mulanyee...
Awal mulanya saya jadi re-seller di salah satu brand Acc handmade juga. Namanya manusia tdk pernah puas, jadinya mikir bagaimana caranya bikin beginian di' dan akhirnya @dedyjava90 menawarkan untuk bikin gelang-gelangan... Awalnya saya tidak percaya dia bisa bikin, Eh ternyata bisa , dari situ berlanjut sampai sekarang dan saya jatuh cinta sekali dengan dunia craft...
Dan akhirnya kamu puas sudah bikin sendiri kan? Selain aksesoris, kamu suka bikin kreasi apa lagi? Ke depannya, punya planing melebarkan sayap ndak? Hehehe...
Belum puas :))
Masih banyak sebenarnya, Cuman tahu sendiri kan di Makassar bahan sangat minim... Jadi ke depannya mudah-mudahan bisa terlaksana planningnya... Kepengennya mau bikin tas... hiasan kamar dll... Mudah-mudahan.. aminnn
Eh ketinggalan.. saya juga pengen belajar merajut :')
Amin... Selama ini kendala yang kamu hadapi seputar dunia craft apa saja?
Kendalanya ya kebutuhan bahan susah dicukupi karena harus cari di luar Makassar...
Itu saja sih... Mudah-mudaha nanti Makassar punya toko besar yang dalamnya semua bahan-bahan craft yg lengkap... aaaaaaaaaaaa hahahaha *ngareeeeep
Amiiiin... saya juga berharap begitu Kegiatan sehari-hari kamu selain nge-craft apa?
Kalau saya sih cuma aktif di komunitas music dll... nge-craft... tapi kalau @dedyjava90 ngeband dia
Jadi ceritanya Gammara ini proyekan kalian berdua yah?
Iyaaa hahahaha... berduaaa Justru yg paling aktif ngecraft itu si dedy
Senin, 04 Maret 2013
Jumat, 01 Maret 2013
Librarian's Diary : Hari keenam & ketujuh
28 Februari 2013
Setelah pindah rumah...
Perjalanan menuju perpustakaan ini semakin jauh
Saya membutuhkan 1.30 jam berada di atas angkot.
Hari ini, esai teman saya yang sempat kuceritakan di hari kedua dimuat.
Selengkapnya bisa kalian baca di sini.
Saya tiba-tiba ingat satu buku yang kuniatkan baca pertama kali di perpustakaan ini.
Judulnya Bahasa-Bahasa di Indonesia.
Dalam buku ini disebutkan, jumlah bahasa yang ada di nusantara lebih dari 700 bahasa.
Khusus di pulau Sulawesi, terdapat 114 bahasa.
Menakjubkan bukan?
Saya bangga masih menguasai bahasa ibu leluhurku.
Dan tidak pernah berhenti mempelajari dan memakainya.
Bukan persoalan identias atau apa.
Hanya sekedar ingin mengabadikan sesuatu yang akan punah.
Hari ini saya belajar paper cutting art. Mulai dari yang paling dasar.
Banyak kertas bekas di perpustakaan ini yang bisa kusulap menjadi cantik. ;)
1 Maret 2013
Jumat tiba...
Pagi ini saya berlama-lama menatapi buku pengunjung,
lalu menghitung berapa pengunjung selama 1 bulan kemarin.
Lebih banyak yang tujuannya menggunakan inrernet daripada membaca buku.
Lebih banyak pengunjung laki-laki daripada pengunjung perempuan.
Siang nanti ada diskusi bersama Keith Mc Henry di Kedai Buku Jenny.
Dia akan berbagi cerita mengenai Food Not Bombs.
Semalam kami sempat ngobrol sebentar.
Katanya dia paling suka makan rambutan.
Buah yang tidak ada di kampungnya.
Sembari ngiler karena temanku sibuk meng-upload makanan yang mereka masak untuk acara diskusi nantinya, kenapa tidak saya melanjutkan pelajaran paper cutting art?
Jadilah wortel dalam lingkaran semak.
Wortel adalah sayur buah yang dijadikan lambang FNB.
Konon karena warnanya yang menarik, hijau orange, sangat underground katanya. :)
Kamis, 28 Februari 2013
Librarian's Diary : Izin pindah rumah
Saat pulang dari perpustakaan ini tanggal 26 kemarin, saya mendapati kamar kos ku dalam keadaan mati lampu dan airnya tak mengalir. Ternyata sekolah TK sebelah kos ku sudah diongkar, aliran listrik dicabut. Pertanda saya harus segera angkat kaki. Memang uang sewa sisa sebulanku sudah dikembalikan dan saya sudah menyiapkan untuk segera pindah, tapi soal mati lampu, mestinya saya dikabari terlebih dahulu. Damn! Tapi sudahlah, tanggal 27 saya dengan terpaksa pindah rumah, padahal rencananya baru pada tanggal 1 nanti. Untungnya mamaku memang sedang bersiap ke Makassar. Setelah menelpon Ibu Susan, atasan di perpustakaan ini, meminta izin untuk tidak masuk hari itu, saya pun mulai memberseskan sana sini, juga menelpon teman sana sini minta dibantu angkat barang.
Semuanya sudah rata dengan tanah, tak lama lagi akan berdiri supermarket yang demi apapun, saya tidak mau berbelanja di situ. Saya tahu barang-barangnya mahal. Dan demi dendam kosan ku hehehe...
Tempat baru, rumah yang berada di ujung kota Makassar. Tepatnya di Kompleks Citra Daya Permai II belakng SMP 34. Saya tidak yakin bisa menerima request buat jadi host di CS lagi :'( Jalanannya jauh dari pusat kota, penuh belokan, saya sendiri masih sulit menemukannya kalau jalan sendiri. Ini adalah kompleks perumahan yang belum jadi, konon uang anggarannya dibawa kebur. Saya adalah penghuni pertama dan satu-satunya untuk saat ini, tapi saya suka pemandangan di sampingnya, SAWAH dan GUNUNG. Di samping rumah kami ada lahan kosong yang siap ditanami berbagai sayuran dan disulap menjadi kebun ^^
Saya sudah membuat banyak rencana untuk menyulapnya menjadi tempat menarik, hehehe... Tidak sabar! Tentunya setelah listrik, air, dan WC nya rampung. Hehehe...
Semalam kami masih menumpang air dan listrik di tetangga yang ternyata sekampung dengan Ettaku ;)
Di depan rumah kami, adalah lapang volly penduduk setempat. Tiap sore akan selalu ramai, dan tentu saja menyenangkan karena sudah lama saya ingin bermain volly tapi tak ada teman.
Jadi, kemarin seharian saya tidak menjaga di perpustakaan.
Selasa, 26 Februari 2013
Librarian's Diary : Hari kelima
Apa yang lebih istimewa dari menyambut pagi dengan menyaksikan sebuah kelahiran? Pagi ini, kali pertama saya melihat proses persalinan secara langsung. Kelahiran anak Ifi, teman saya yang sudah lama mengenal rajutan daripada saya. Saya sendiri tak percaya punya keberanian yang cukup. Awalnya kakiku terasa lemas, saat Ifi mulai mengaku kesakitan. Kami semua tegang. Tapi saat kepala bayinya Ifi muncul, dengan semangat ala supporter bola saya menyaksikan sambil ikut menyemangati "lagi... lagi... lagi..." dan mengipasi Ifi. Bayinya cantik. Saya sangat terharu menyaksikan proses sebuah kelahiran. Ajaib menurutku dan perjuangan seorang ibu itu memang luar biasa.
Sekitar pukul 6 bayi yang akan diberi nama Caily itu lahir. Dan cukup waktu 1 jam untuk membereskan semuanya, bahkan saya sempat bermain dan menggendongnya dulu sebelum berangkat ke perpustakaan ini.
Sampai di sini, agak lewat 10 menit dari pukul 8 karena Kurns mengantar saya dari rumah sakit tanpa menggunakan helm, kami harus mencari jalan-jalan tikus. Hehehe. Seperti biasa, merapikan buku dan menginput buku baru, serta membantu salah satu member mem-print tugas anaknya. Tidak ada tambahan member baru hari ini.
Saya menghabiskan waktu dengan membaca berbagai hal mengenai chiptune, termasuk mendownload musiknya. Banyak chiptuners Indonesia yang tidak kalah keren musiknya ternyata :p
Lalu saya tertidur di depan komputer ini, entah berapa lama hehehe... Kecapean karena semalaman di rumah sakit ikut siaga satu, meski sempat tertidur tapi tak nyenyak lantaran hanya di atas bangku besi yang nyeri yang dihasilkannya masih terasa sampai saat ini.
Saat makan siang, saya berjanji akan mengajarkan dua pegawai kantin merajut. Mereka sangat antusias untuk belajar ;) Mudah-mudahan bisa segera memulai. Sudah cukup lama juga saya tidak merajut.
Bersiap-siang untuk pulang, segera menemui Ifi kembali :)
Senin, 25 Februari 2013
Librarian's Diary : Hari keempat
Temanku sebentar lagi melahirkan.
Menemukan buku Alice in Wonderland karya Lewis Carroll berbahas Inggris di antara buku budaya.
Pagi tadi bertemu tetangga saat kecil di sini. Senyumnya masih sama dengan dulu, saat saya masih SD dia SMP.
Tumpukan buku bacaan belum kusentuh.
Empat permen karet.
Makan siang gratis.
Sedang tak ingin bercerita!
Menemukan buku Alice in Wonderland karya Lewis Carroll berbahas Inggris di antara buku budaya.
Pagi tadi bertemu tetangga saat kecil di sini. Senyumnya masih sama dengan dulu, saat saya masih SD dia SMP.
Tumpukan buku bacaan belum kusentuh.
Empat permen karet.
Makan siang gratis.
Sedang tak ingin bercerita!
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
Abracadubra Zine
Agang Camane
Baby Shoes
Belajar Menggambar
Benda Favorit
Biwi Series
Boneka Washi Camane
Book's Mate
Camane Craft
Camane Giveaway
Cara Mendaur Ulang Kertas
Ceritaku
Coptic Binding
Craft Day
Craft Event
Craft Shop
Craft Story
Craft Supply
Craft Tour
Crafter Match Day
DIY think
Don't Pay
Doodlee
Dunia Tenri
Felt Camane
For Sale
Gift and Thanks
Gigs
Hello Sewing Machine
Homemade Soap
It's Free Makassar
Jewelry
Kain Perca
Kancing Bungkus
KBJamming
Keranjang Takakura
Kipas
Knitting
Knitting and Crochet
Kompos
Kulit Superimitasi
Lapak Gratis
Lapakan Camane Craft
Librarian's Diary
Lontara
Magnet
Makassar Craft Event
Make Over
Make Your Own Paty
Mari Mendaur Ulang
Menyulam alias Embroidery
Merajut dengan Jari
Mikipiji
Monsi
Natskinca Camane
Natural Soap
Origami
Painting
Pake Centang
Papercutting
Permakultur
Pillow
Pin
Pocketbook and Notebook
Post Card
Proyek Kolaborasi
Recycle
Recycle and Craft Shop Info
Roll
Rubber Stamp
Sew
Sewing
Shoes
Simple Binding
Sorowako Akhir Pekan
Step by Step
Take a Picture
Tentang Pernikahan Kami
Tetrapack
Tips CantikDari Bahan Alami
Tote Bag Camane
Tribute to Bra
Wedding Decor










