Kamis, 02 Mei 2013

Camane's Sticker

Yey... Yey... akhirnya terwujud, setelah sekian lama mendambakan memiliki sticker alias etiket bergambar logo Camane. ;)
Sebenarnya kalau mau saya bisa membuatnya sendiri, ada begitu banyak perecetakan digital berseliweran di Makassar. Meski murah, tapi tetap saya lebih suka sama kualitas stiker yang dicetak manual. Lem perekat stikernya lebih kuat dan warnanya yang jelas bikin saya suka. Saya sendiri memiliki teman yang memilih menghidupi hidup dari hasil menyablon. Tapi rata-rata menolak jika harus menyablon kertas atau stiker.

Konon bahannya berbeda dan baunya menusuk minta ampun, bisa bikin mata perih dan batuk. Maka bersabarlah saya, toh saya juga belum butuh amat dan uang juga tak banyak. Sampai suatu hari, setelah sekian lama saya bertemu kembali dengan teman saya, Reppeckh Harkor begitu saya memanggilnya karena dia penyuka lagu hardcore, dan memang memiliki band hardcore :)



Lama menghilang dari peredaran (kokira kaset???) ternyata Reppeckh sudah memilih berdomisili di Maros, lumayan jauh dari Makassar. Di Maros dia membuat kios sendiri yang ia beri nama Vandals Shop. ;)
Di Vandals Shop, selain menjual berbagai music merchandise, dia juga menerima pesanan sablonan. Juga ternyata dia sedang menekuni usaha membuat lampion dari benang, wuishhh...

Stiker Camane ini disablonkan manual oleh Reppeckh. Saya suka sekali karena saya cukup mengiriminya logo camane, selanjutnya dia yang kreasikan sendiri. Logo ini saya gambar sendiri loh, hehehe. Kurni yang mengubahnya menjadi file png sehingga bisa diaplikasikan dalam file digital. Semalam, saya langsung menempelkan beberapa stiker camane ini di kertas alas kue nan cantik ini. Rencananya akan menjadi penghias kemasan untuk beberapa produk camane. Tapi lumayan juga jadi penghias pintu kamarku hehehe... ;)
Oya, kalau ada yang berminat membuat stiker seperti ini melalui Reppeckh, harganya kisaran 75-85 ribu per 100 lebarnya. Tergantung ukuran dan berapa jenis warna yang anda inginkan. ;)



Beberapa dari stiker ini akan saya jadikan sebagai bahan donasi untuk membuat kembali kelas-kelas craft gratis di Recycle and Craft Shop yang akan kembali kubukan bulan Juni nantinya. Ciayaouu...

Rabu, 01 Mei 2013

Surat untuk teman-teman di Komunitas Qui Qui

Halo teman-teman yang memiliki empat jari aktif super magic, cantik dan ganteng. Dengan berat hati saya mengucapkan mohon maaf, tidak bisa lagi bergabung dalam kegiatan rutin Komunitas Qui Qui. Tentu saja ini menjadi hal yang cukup berat dan saya sudah mempertimbangkannya dengan matang super matang :)
Kurang lebih seperti ini alasan saya. Sejak memutuskan mencicil rumah patungan bersama mamaku, saya harus memutuskan untuk mengurangi kegiatan yang menurut saya semuanya menyenangkan. Sejak tahun lalu saya sudah berhenti dinafkahi total sama orang tua. Tentu saja saya cukup kelabakan, mengingat ini hal yang baru bagi saya, bertahan hidup dengan usaha sendiri. Maklum, anak bawang yang baru mau belajar tentang hidup.
Dari sekian banyak pilihan rutinitas kegiatan menyenangkan yang kujalani selama ini, seperti jalan-jalan, menonton film, ber-craft ria, merajut bersama teman-teman Qui Qui, membuat zine, blogging, mengerjakan penelitian untuk skripsi seputar lontara pabbura (terutama ini), menanam tanaman di samping rumah, belajar memasak, dan masih ada beberapa lagi, termasuk bekerja serabutan untuk menyicil rumah dan memenuhi kebutuhan pokok buat hidup. Saya sadar terlalu banyak mau tapi waktu dan tenaga saya tidak pernah cukup, hehehe. Hidup adalah pilihan, dan saya harus memilih (aduh mulaimi berkaca-kaca mataku, lebay-ku hehehe). Saya memutuskan untuk sementara mengurangi kegiatan menyenangkan itu, dan memilih beberapa untuk diteruskan. Sempat saya berpikir, betapa jahatnya saya, setelah banyak mendapat banyak pelajaran dari komunitas ini, tiba-tiba main kabur saja. Tapi saya merasa tidak punya pilihan. Saya sadar terlalu banyak keinginan, tapi terbiasa memilih jalan sendiri, jadi mohon maaf yang sangat besar dengan keputusan saya ini.
Beberapa hari lagi, kontrak kerja saya sebagai pustakawan menggantikan kak Marnie akan berakhir. Selanjutnya saya berencana membuka kembali kios Recycle and Craft di rumah saya yang jauh di sana, hehehe. Dan itu akan banyak menyita waktu saya. Saya tidak enak, sudah berapa kali tidak sempat hadir dalam kelas maupun piknik. Jadi, kurang lebih begitulah... Semoga dimaklumi dan dimengerti.
Oya, mengenai tugas saya mengatur pasar craft di Yarn Bombing nanti, tetap akan saya selesaikan. Saya sudah menghubungi beberapa teman yang siap mengisi booth tersebut.
Oya kalau keputusan saya dianggap salah, mohon masukannya...
Saya senang sudah menjadi bagian dari komunitas keren ini :*

_Ekbess yang lagi galau, hehehe...

Selasa, 30 April 2013

Display buku dari gelas kemasan bekas

Halo masih ingat ceritaku tentang hobby mamaku yang baru? Membuat berbagai keranjang dari cincin yang diambil dari potongan gelas minuman bekas? Postingan lengkapnya ada di sini. Nah mamaku sampai sekarang masih senang membuat berbagai model keranjang itu. Salah satunya seperti ini : keranjang untuk memajang buku ;) Siapa tahu ada yang berminat? Silahkan hubungi saya ;)


Kamis, 18 April 2013

Abracadubra Zine Edisi 1



Abracadubra Zine edisi 1 : 
Berisi wawancara khusus dengan Pak Jahe, Bu Bawang, 
Tante Kunyit, Adik Belimbing, dan Om Jeruk Nipis 
tentang rahasia mereka selama ini ;)
Terbit dalam ukuran zine pada umumnya.

Yang mau zine ini dalam bentuk hardcopy silahkan hubungi saya, 
dengan mengganti ongkos fotocopy Rp.3000 per eksamplar  
atau yang mau dalam bentuk soft copy, 
silahkan berkirim email ke aabracadubra@gmail.com 

Oya kalau masih ada yang bingung, zine itu apa? 
Ini sedikit penjelasan tentang zine yang saya copy dari Sangkakalam

Zine adalah salah satu bentuk publikasi yg diterbitkan dan dipublikasikan oleh pembuatnya, untuk cinta dan kemarahan. Tidak ada batasan dalam sebuah zine kecuali batasan yang dibuat oleh mereka yang membuatnya. Para pembuat zine dapat menentukan zine seperti apa yang akan mereka buat. Zine adalah sebuah publikasi yang otonom dan nonkomersial. Para pembuat zine menggunakan setiap kemungkinan yang dimiliki untuk memproduksi sebuah zine. Melupakan semua prasyarat baku tentang sebuah media yang hanya menghambat produktifitas dan kreatifitas. 

Sebuah zine dapat berupa hasil fotokopi atau dicetak dengan mesin cetak; hitam putih atau berwarna; ditulis tangan; diketik dengan mesin ketik; ataupun menggunakan komputer. Zine dapat berbentuk kecil atau besar; memuat gambar dan tulisan; atau cukup salah satunya; di layout menggunakan komputer; atau cukup menggunakan gunting, lem, pena dan kertas bekas; dikerjakan sendirian; atau bersama teman-teman; berisi catatan-catatan; ide-ide; atau topik apapun yang diinginkan pembuatnya; cukup di distribusikan dengan teman-teman terdekat; didalam lingkar komunitas; ataupun didistribusikan secara luas; di bagikan secara gratis ; di barter; ataupun 'dijual'.

Zine adalah sesuatu yang sederhana dan menyenangkan. Sesuatu yang dapat dikerjakan oleh semua orang. Sesuatu yang memberikan ruang bebas bagi setiap ekspresi dan imajinasi. Dalam zine pembuatnya dapat tampil menjadi sosok yang berbeda dari apa yang biasa orang kenal. Seorang laki-laki dapat tampil menjadi perempuan dengan membicarakan banyak hal tentang perempuan, menggunakan nama yang identik dengan nama perempuan. Atau juga dapat tampil menjadi seorang anak kecil, dengan semua keluguannya, dialek cedalnya, dan dunia anak-anaknya. Zine juga memberi jalan alternatif bagi kebuntuan dari komunikasi dan interaksi, melawan setiap aleniasi yang hadir dalam masyarakat tontonan saat ini.

Zine akan menjadi nyata saat kita menjalaninya. Kita akan dapat merasakannya, membawanya kemana pun kita pergi, membacanya di tempat mana pun yang kita ingini, memberikannya di berbagai event yang kita kunjungi. Zine akan selalu ada selama media massa (mainstream) masih ada . Sebuah zine mati, ribuan zine lahir kembali. Ayo bikin zinemu!!!

Rabu, 17 April 2013

Serikat Hati Ipang & Hera : Become Wedding Decor for Garden Party

Tanggal 10 April kemarin, menjadi hari yang paling saya tunggu. Terharu bahagia (tsah tsah bahasanya)    karena itu hari untuk merayakan pernikahan kedua teman saya Hera dan Ipang. Keduanya adalah pasangan yang aduuuh serasi dan sangat baik, sudah bersama melebihi 10 tahun. Dan saya senang bisa mengenal keduanya. Senang dengan semangatnya. Senang dengan cara mereka menikmati hidup.
Dan yang membuat saya menunggu tanggal 10 April juga karena saya dilibatkan dalam acara pernikahan mereka. Menjadi bagian dari BO alias Botting Organizer (botting = wedding dalam bahasa Bugis). Ini kali pertama saya terlibat dalam hal menyusun rencana acara pernikahan.
Akad nikahnya sudah berlangsung tanggal 6 April, bertepatan dengan hari ulang tahun Hera dan saat itu. Konsep acara Garden Party jadinya khusus untuk teman dan kerabat dekat Ipang dan Hera. Tentu saja kita bebas mendesain sesuai selera Ipang dan Hera tentunya ^^
Dan saya memilih menjadi bagian dari tim dekor. Mulailah 2 minggu sebelumnya saya melenyapkan diri dari urusan craft pribadi, kemudian mtenggelam di blog kanan kiri atas bawah yang berkaitan dengan kata kunci WEDDING DECOR. Dan di jaman internet tentu saja tak sulit menemukannya. Ada ini, ini, dan itu serta masih banyak yang berseliweran di mana-mana, hehehe.
Ini adalah acara pernikahan yang paling menyenangkan. Kami menyusun rencana bersama dan mengusahakan agar bisa mendapatkan berbagai kebutuhan tanpa harus membelinya. Dan itu nyata, bisa terlaksana. Kami banyak mendapat bantuan dari teman-teman, mulai dari mengantar undangan, alat dan pemain musik, stage, visualisasi, dan dekorasi.
Konsepnya seperti ini pemirsahhh...







  Bunga Kertas di mana-mana dan lilin dengan wadah botol selai bekas mengelilingi kolam bunga

  


 Untuk buku tamu, konsepnya gambar pohon tanpa daun yang 
di desain sendiri sama mempelai pria, dicetak lalu para tamu yang 
datang membubuhi daun dari cap jari bertinta hijau 
dan menuliskan nama di sampingnya. 


 Papercut berbentuk sepasang pengantin yang akhirnya 
digunting sendiri sama mempelai wanita karena sudah mendekati hari H 
dan tim dekor sedikit kewalahan, hehehe. 
Sayangnya tak lama setelah dipasang hujan dan angin 
membuatnya sedikir berantakan, tapi tetap cantik ;)




Photobooth dengan latar bunga vintage dan berbagai bentuk photo properties.

Dan satu lagi, pagar pita dan bunga putih, sayang saya tidak dapat foto bagusnya hehehe...

Musik latar biola yang syahduuu sekali sampai bikin mau nangis hehehe...


Dan inilah mempelai pria dan wanitanya : Ipang Hera

 


 Tim dekor : Saya, Ija, Tin, Hera, Este, dan Wana. 
Juga ada Lala, Debra, Fuh.  Serta Sani yang tidak sempat datang karena sakit. 
Semoga cepat sembuh Sani...


Behind the scene ;) 






Tim Botting Decor ^^
Selamat melanjutkan kebahagiaan tak terhenti Hera dan Ipang...