Halo. Sudah lama saya ingin membagikan postingan ini. Namun saya menunggu sampai benar-benar saya mantap telah mencobanya dan yakin dengan pilihan ini. Sejak lama saya berusaha sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan terhadap segala sesuatu yang berbau kimia. Alasannya? Industri kimia yang banyak mengeluarkan limbah yang berbahaya bagi bumi. Selain itu ya memang juga tak baik untuk tubuh dan kulit kita, manusia.
Saya semakin tertarik mencari tahu dan mempraktekkan sedikit demi sedikit mengenai perawatan tubuh dengan bahan-bahan alami itu 2 tahun lalu tepatnya ketika teman couchsurfing saya Jana datang dari Slovakia pada tanggal 23 Juni 2013. Seperti biasa jika ada teman CS yang datang saya pasti selalu sempat menanyankan seluruh isi tas nya. Biasalah yah cewek cewek. Misalnya "eh kamu punya kuteks ndak? Coba dong."
Nah si Jana ini berbeda. Isi tas ya tak ada kosmetik. Saya memperhatikan tas untuk keperluan mandinya tak ada satupun label merek. Ternyata ia meracik sendiri semua kebutuhan perawatannya, shampo, pasta gigi, dan sabunnya. Wuih keren! Saya suka, saya suka!
Selanjutnya senang browsing sana-sini. Nah, daripada artikel tentang itu menumpuk saja, saya akhirnya membuat semacam kumpulan resep yang kubagi per kategori dan ku-print. Semoga tak ada halangan (terutama halangan rasa malas atau ngantuk) saya ingin membuat zine khusus untuk itu. Sementara saya bagi lewat postingan ini saja yah. Simak postingan selanjutnya!
Senin, 20 Juli 2015
Minggu, 19 Juli 2015
Tentang Pernikahan (Part 2) Dekorasi
Saya dibantu dengan teman-teman dari Botting Organizer (kumpulan teman-teman yang sudah tiga kali bersama mengorganisir pernikahan kami masing-masing) dan teman-teman di katakerja untuk menyiapkan segalanya. Mulai dari menggunting kertas berbentu love, membuat pompom dari kantorng kresek yang disiapkan sama teman-teman dari Mikipiji, dan meniup balon, membuat pajangan foto dari ranting pohon bekas tebangan tetangga, membuat obor, menggunting daun sebagai pengganti piring makan, dekorasi photobooth, dan semuanya. Saya memilih tema warna putih, biru, hitam karena itu warna favoritku :)
Pajangan foto kami
Madi (yang memakai topi) mengajak beberapa teman di Kosmik untuk terlibat sebagai tim dokumentasi. Video hasil editan mereka keren sekali... Ala ala royal wedding gitu deh hahaha... Tapi videonya oleh K dilarang di upload di media sosial beuh hehehe.
Sani yang paling banyak sibuk sebagai kordinator dekorasi.
Tim Katakerja
Tim kawan-kawan Kodam 2 (hahaha saya tidak tahu menyebutnya apa yang jelas mereka adalah teman-teman yang sering menemani kami di rumah setiap malam)
Saya senang semuanya ceria...
Papan dengan typographie ala ala buatan Randie Akbar, papannya yang biasa kamu lihat di katakerja hihihi. Saya senang karena pernikahan kami akhirnya tidak perlu banyak mengeluarkan dana karena banyak teman yang membantu kami meminjamkan banyak properti, termasuk sound system.
Wana dan Vivi, dua sahabat yang sudah ikut mempersiapkan beberapa hari sebelum hari H. Ikut begadang, angkat sana angkat sini. Suatu malam kami bertiga bikin acara semacam pesta melepas masa lajang sambil membuat souvenir nikahan. Paginya saya dan Vivi sakit kepala karena mabuk, mabuk ketawa. Hahaha...
Viny sang MC. Itu bingkai daftar nama tamu kami saat menikah. Jadi semua tamu menuliskan nama mereka di selembar kertas yang sudah Sani gunting berbentuk balon. Lalu ditempel di atas gambar batan Kurni. ceritanya itu gambar kami berdua naik ayunan. Hehehe...
Photobooth tepat di depan tenda, di samping teman kami mengantri isi buku tamu. Ada obor yang berjejer di depannya namun saya tidak menemukan foto obornya :(
Nah sebenarnya foto-foto di atas adalah foto dekorasi acara malam yang kubuat khusus untuk teman-teman. Untuk acara siang selepas akad nikah itu dekorasinya berbeda, ala pengantin Bugis pada umumnya. Kami juga memakai baju adat. Sengaja fotonya tidak kami posting karena aduh terlalu banyak. Jadi karena yang di atas didekor sendiri jadi lebih spesial untuk saya upload (pamer ceritanya).
Jumat, 03 Juli 2015
Tentang Pernikahan Amoraoiniji (part 1) Persiapan
Halo, akhirnya hampir setiap postingan saya di blog ini diawali dengan pembuka "maaf baru muncul lagi atau maaf baru sempat berbagi cerita lagi" hehehe. Ya begitulah keadaannya. Sejak laptop saya rusak dan sekarang mesti memakai PC di rumah tapi tetap merasa kurang klop kalau saya tidak menggunakan laptop sendiri buat bisa aktif memposting apa saja di blog. Entah kenapa itu sangat berpengaruh bagi saya.
Dan berita bagusnya adalah... saya sudah menikah (sekedar informasi saja buat yang belum tahu hehehe). Menikahnya tanggal 19 April 2015. Sebenarnya postingan mengenai pernikahan kami sudah pernah kubagikan tapi melalui akun instagram saya dengan hastag #tentangpernikahan rasanya lebih seru dan tentu saja lebih praktis ketika berbagi via instagram makanya mengisi blog kini jarang kulakukan. Tapi karena sudah dari awal berniat berbagi hal di sini maka saya harus meluangkan waktu, yip yip!
Okey mulai ceritanya yah...
Ini foto waktu lamaran. Saya tidak punya persiapan apa-apa karena tidak tahu kalau lamarannya pakai acara pemasangan cincin segala hehehe. Maka buru-burulah saya mencari bala bantuan, baju dan make up nya ditolong sama Viny, beruntung ada dia.
Saya dan Kurni dari awal sepakat bahwa pernikahan kami diadakan sesederhana mungkin. Setelah proses lamaran, tepatnya tanggal 4 Maret 2015 kami mulai disibukkan dengan membuat konsep pernikahan serta segala persiapannya. Ada dua hal besar yang kami buat bersama, undangan dan souvenir pernikahan.
Untuk undangan kami membuat dua jenis, untuk disebar kepada keluarga dan satunya untuk teman dan sahabat kami. Ada dua tanda penting yang kami bubuhkan di undangan dan pembungkus souvenir kami yakni cap jempol kami berdua dan gambar sepasang anak yang bermain ayunan. Gambar itu sebelumnya dibuat Kurni untuk perayaan 5 tahun kami bersama (tahun lalu) dalam bentuk stencil di atas kertas yang sangat besar.
Kami dibantu oleh banyak teman untuk persiapan sampai pada hari H. Mulai dari memotong kertas undangan, membungkus souvenir, menyebarkan undangan, dan mempersiapkan dekorasi. Bahagianya memiliki mereka.
Ini foto sabun untuk souvenir pernikahan kami (cerita tentang ini akan kubagikan secara khusus di postingan lain)
Dan berita bagusnya adalah... saya sudah menikah (sekedar informasi saja buat yang belum tahu hehehe). Menikahnya tanggal 19 April 2015. Sebenarnya postingan mengenai pernikahan kami sudah pernah kubagikan tapi melalui akun instagram saya dengan hastag #tentangpernikahan rasanya lebih seru dan tentu saja lebih praktis ketika berbagi via instagram makanya mengisi blog kini jarang kulakukan. Tapi karena sudah dari awal berniat berbagi hal di sini maka saya harus meluangkan waktu, yip yip!
Okey mulai ceritanya yah...
Ini foto waktu lamaran. Saya tidak punya persiapan apa-apa karena tidak tahu kalau lamarannya pakai acara pemasangan cincin segala hehehe. Maka buru-burulah saya mencari bala bantuan, baju dan make up nya ditolong sama Viny, beruntung ada dia.
Saya dan Kurni dari awal sepakat bahwa pernikahan kami diadakan sesederhana mungkin. Setelah proses lamaran, tepatnya tanggal 4 Maret 2015 kami mulai disibukkan dengan membuat konsep pernikahan serta segala persiapannya. Ada dua hal besar yang kami buat bersama, undangan dan souvenir pernikahan.
Untuk undangan kami membuat dua jenis, untuk disebar kepada keluarga dan satunya untuk teman dan sahabat kami. Ada dua tanda penting yang kami bubuhkan di undangan dan pembungkus souvenir kami yakni cap jempol kami berdua dan gambar sepasang anak yang bermain ayunan. Gambar itu sebelumnya dibuat Kurni untuk perayaan 5 tahun kami bersama (tahun lalu) dalam bentuk stencil di atas kertas yang sangat besar.
Kami dibantu oleh banyak teman untuk persiapan sampai pada hari H. Mulai dari memotong kertas undangan, membungkus souvenir, menyebarkan undangan, dan mempersiapkan dekorasi. Bahagianya memiliki mereka.
Ini foto sabun untuk souvenir pernikahan kami (cerita tentang ini akan kubagikan secara khusus di postingan lain)
Jumat, 08 Mei 2015
Craft Tour : Toko Alat dan Bahan Kriya Favoritku di Makassar
Beberapa
tahun terakhir, saya senang berkunjung ke satu kota ke kota lain.
Mengunjungi toko-toko yang menyediakan bahan dan peralatan kriya yang
ada di sana. Cerita mengenai perjalanan itu saya namai Craft Tour.
Banyak kisah dan pengalaman yang seru ketika melakukannya. Rasanya
seperti melakukan wisata kuliner atau wisata menyenangkan lainnya. Tentu
saja, perjalanan semacam ini menjadi mengesankan jika kamu memiliki
hobi kerajinan tangan. Saya seringkali mendapatkan pertanyaan, “kalau
mau membeli bahan, di mana?”
Tempat membeli bahan kriya sebenarnya cukup banyak. Kita cukup beruntung, ada banyak toko yang menjual alat dan bahan kerajinan tangan di Makassar. Walaupun, tidak sebanyak toko di kota-kota lainnya. Seperti Bandung, kota yang saya gelari surga alat dan bahan kriya.
Berikut, beberapa toko favorit saya di Makassar.
1. Toko Alfa
Jika kamu ingin mencari aneka kain dengan pilihan motif beragam dan harga paling murah, saya merekomendasikan Toko Alfa. Letaknya di dalam kawasan ruko Pasar Sentral, bagian utara jalan K. H. Wahid Hasyim. Di sepanjang jalan tersebut, cukup banyak toko kain. Termasuk toko yang sudah lebih dulu dikenal, Toko Monalisa lama.

Mencari bermacam-macam motif kain dan harganya paling murah? Kamu bisa mengunjungi toko Alfa. (Foto: Eka Besse Wulandari)
Namun, tidak semua toko kain menjual kain belacu. Kain yang paling sering saya gunakan untuk membuat totebag. Hanya
di Toko Alfa, saya dengan mudah menemukan kain belacu. Selain murah,
pelayanan di toko Alfa juga bagus. Si empunya toko, sangat ramah kepada
setiap pelanggan.
2. Toko Harapan

Untuk belanja alat dan bahan yang komplit dengan porsi besar, lebih baik ke toko Harapan. Toko yang besar dan selalu ramai. Cocok untuk pengrajin yang sudah menekuni karyanya dalam bentuk bisnis dan bukan satuan. Jika sedang ada pesanan membuat souvenir nikahan, saya memilih membeli bahan di Toko Harapan.
Letaknya juga di dalam kawasan ruko Sentral, tepatnya di bagian timur. Karena keadaannya yang besar dan selalu ramai, kamu harus punya kesabaran besar untuk dilayani oleh pegawainya. Satu pengunjung biasanya membeli barang lebih dari satu jenis. Kadangkala, kamu harus menunggu bersama 3-4 orang pengunjung lain di satu lemari pajangan. Saya sering menyiasati keadaan tersebut dengan mengobrol bersama pengunjung lain. Seringkali, saya menemukan informasi baru yang berhubungan dengan dunia jahit-menjahit.
Kekurangan dari toko ini adalah sistem pembayarannya. Pertama, Kamu akan mendapatkan nota setelah memilih barang. Lalu, setelah pembayaran di kasir selesai, kamu harus mengantri lagi ke bagian pengambilan barang. Cukup ribet, bukan?
3. Toko Singa Raja
Toko Singa Raja termasuk toko yang masih baru. Saat saya ke sana, saya melihat banyak barang yang belum sempat dipajang. Tapi, “baru” juga bisa berarti saya baru menemukannya.
Berbagai jenis benang ada di sini. Harganya pun cukup murah. Pegawainya juga ramah. Kamu bisa berlama-lama memilih benang-benang yang menggiurkan, tanpa perlu khawatir ada yang marah. Bahkan, pegawainya sering melayani pelanggan sambil merekomendasikan barang yang baru dan lebih bagus.
Toko Singa Raja terletak di jalan Timor. Cukup mudah menemukannya, ada plang besar bagian atas toko. Kamu bisa melihatnya dari kejauhan.
4. Toko Ada
Nama yang unik. Toko yang sering digunakan sebagai joke tempat membeli jodoh. Toko paling favorit saya. Mulai dari alat dan bahan sederhana seperti jarum, benang, aneka manik-manik, stud-spike, pita, sampai layang-layang pun ada. Menyediakan alat dan bahan dalam kemasan kecil. Sangat cocok untuk kamu yang senang membuat kalung, kreasi felt, sulam, atau bros dalam bentuk kecil dan satuan. Harganya pun relatif murah. Saya sering menjumpai banyak anak sekolah berbelanja alat dan bahan di Toko Ada. Kata mereka, untuk memenuhi keperluan pelajaran Keterampilan Tangan atau Kesenian (saya tidak tahu apa nama mata pelajaran itu di sekolah saat ini. dulu, namanya KTK).
Toko Ada, dikelola oleh satu keluarga—sepasang Suami-Istri pemilik toko dibantu oleh Anak, Menantu, dan satu orang (mungkin) saudaranya. Terakhir, saya melihat ada seorang pegawai baru yang saya yakin bukan dari anggota keluarga sebab wajah dan warna kulitnya berbeda. Entahlah.
Selain pelayanan yang memuaskan, interior toko juga sangat saya sukai. Desainnya tampak tua, di sekelilingnya ada lemari kaca. Di deretan lemari di bagian tengah, kamu bisa memilih dan mengambil sendiri. Semuanya terpajang.

Untuk
beberapa jenis kriya, kita bisa belajar menyulam di Toko Ada. Namun,
saya sendiri belum pernah mencoba belajar di situ karena saya tidak
melihat ada meja untuk pengunjung yang ingin belajar dan saya tidak
nyaman belajar sambil berdiri.
Lokasinya yang ada di Jalan Gunung Latimojong, tepat di depan SD Tamamaung, menjadi salah satu alasan kamu layak memilih Toko Ada sebagai pilihan pertama. selain serba ada, kamu juga bisa naik angkot ke sana. Dari kampus Unhas, kamu naik pete-pete apapun menuju Sentral, turun di depan Bank Danamon yang berhadapan dengan Bambuden lalu berjalan kaki sedikit menuju toko. Pulangnya, cukup keluar dari toko dan menunggu pete-pete 05 untuk kembali ke kampus. Praktis!
5. Toko Astra Jaya
Meski namanya seperti toko peralatan motor, tapi percayalah toko Astra Jaya tetaplah toko yang menjual alat dan bahan kriya. Jika ingin membeli peralatan jahit, saya memilih Tokoh Astra Jaya dibandingkan dengan Toko Harapan. Sebab, harganya jauh lebih murah. Hanya saja, kurang lengkap dan lebih kecil. Meski demikian, selalu ramai dengan pengunjung.
Toko Astra Jaya adalah toko peralatan dan bahan kriya satu-satunya di kawasan Tamalanrea. Hal tersebut menjadikannya sebagai pilihan pertama bagi warga di kawasan timur kota. Sebab, terlalu jauh jika harus ke Sentral. Lokasinya sangat mudah ditemukan, cukup menggunakan pete-pete ke Tamalanrea, turun di depan Makassar Town Square (MToS). Toko Astra Jaya berada di jejeran ruko di depan-sebelah-kanan MToS.
6. Toko Makassar Alat Lukis
Peralatan dan bahan lukis juga sering kita butuhkan untuk membuat karya seni kriya. Terutama untuk pewarnaan. Sejak tahun 2012, saya “berkenalan” dengan Toko Makassar Alat Lukis. Harganya selalu lebih murah. Kamu juga bisa berkonsultasi sebelum membeli bahan dengan Anggi, pelukis sekaligus pemilik toko. Selain murah, peralatan dan bahan melukis di sini juga lengkap dengan kualitas yang bagus.
Letaknya di Jalan Veteran lorong 293 no.1. Lorong pertama setelah perempatan Veteran-Sungai Saddang Baru. Tidak jauh dari pangkal lorong, di sebelah kiri kamu bisa melihat rumah dengan teras yang dihiasi lemari kaca berisi berbagai cat dan kuas. Anggi juga menyediakan nomor kontak di akun facebook Makassar Alat Lukis.
Selain toko Makassar Alat Lukis, semua toko di atas buka pukul 9 pagi sampai 6 sore. Dan beberapa tutup pada hari Minggu seperti Toko Astra Jaya dan Toko Ada.
Selamat berburu alat dan bahan, selamat berkarya, selamat berkriya!
Tempat membeli bahan kriya sebenarnya cukup banyak. Kita cukup beruntung, ada banyak toko yang menjual alat dan bahan kerajinan tangan di Makassar. Walaupun, tidak sebanyak toko di kota-kota lainnya. Seperti Bandung, kota yang saya gelari surga alat dan bahan kriya.
Berikut, beberapa toko favorit saya di Makassar.
1. Toko Alfa
Jika kamu ingin mencari aneka kain dengan pilihan motif beragam dan harga paling murah, saya merekomendasikan Toko Alfa. Letaknya di dalam kawasan ruko Pasar Sentral, bagian utara jalan K. H. Wahid Hasyim. Di sepanjang jalan tersebut, cukup banyak toko kain. Termasuk toko yang sudah lebih dulu dikenal, Toko Monalisa lama.
Mencari bermacam-macam motif kain dan harganya paling murah? Kamu bisa mengunjungi toko Alfa. (Foto: Eka Besse Wulandari)
2. Toko Harapan
Lihat plang yang tulisannya sebagian hilang dan kusam itu?
Ya, itu Toko Harapan! (Foto: Eka Besse Wulandari)
Ya, itu Toko Harapan! (Foto: Eka Besse Wulandari)
Untuk belanja alat dan bahan yang komplit dengan porsi besar, lebih baik ke toko Harapan. Toko yang besar dan selalu ramai. Cocok untuk pengrajin yang sudah menekuni karyanya dalam bentuk bisnis dan bukan satuan. Jika sedang ada pesanan membuat souvenir nikahan, saya memilih membeli bahan di Toko Harapan.
Letaknya juga di dalam kawasan ruko Sentral, tepatnya di bagian timur. Karena keadaannya yang besar dan selalu ramai, kamu harus punya kesabaran besar untuk dilayani oleh pegawainya. Satu pengunjung biasanya membeli barang lebih dari satu jenis. Kadangkala, kamu harus menunggu bersama 3-4 orang pengunjung lain di satu lemari pajangan. Saya sering menyiasati keadaan tersebut dengan mengobrol bersama pengunjung lain. Seringkali, saya menemukan informasi baru yang berhubungan dengan dunia jahit-menjahit.
Kekurangan dari toko ini adalah sistem pembayarannya. Pertama, Kamu akan mendapatkan nota setelah memilih barang. Lalu, setelah pembayaran di kasir selesai, kamu harus mengantri lagi ke bagian pengambilan barang. Cukup ribet, bukan?
3. Toko Singa Raja
Toko Singa Raja termasuk toko yang masih baru. Saat saya ke sana, saya melihat banyak barang yang belum sempat dipajang. Tapi, “baru” juga bisa berarti saya baru menemukannya.
Berbagai jenis benang ada di sini. Harganya pun cukup murah. Pegawainya juga ramah. Kamu bisa berlama-lama memilih benang-benang yang menggiurkan, tanpa perlu khawatir ada yang marah. Bahkan, pegawainya sering melayani pelanggan sambil merekomendasikan barang yang baru dan lebih bagus.
Toko Singa Raja terletak di jalan Timor. Cukup mudah menemukannya, ada plang besar bagian atas toko. Kamu bisa melihatnya dari kejauhan.
4. Toko Ada
Nama yang unik. Toko yang sering digunakan sebagai joke tempat membeli jodoh. Toko paling favorit saya. Mulai dari alat dan bahan sederhana seperti jarum, benang, aneka manik-manik, stud-spike, pita, sampai layang-layang pun ada. Menyediakan alat dan bahan dalam kemasan kecil. Sangat cocok untuk kamu yang senang membuat kalung, kreasi felt, sulam, atau bros dalam bentuk kecil dan satuan. Harganya pun relatif murah. Saya sering menjumpai banyak anak sekolah berbelanja alat dan bahan di Toko Ada. Kata mereka, untuk memenuhi keperluan pelajaran Keterampilan Tangan atau Kesenian (saya tidak tahu apa nama mata pelajaran itu di sekolah saat ini. dulu, namanya KTK).
Toko Ada, dikelola oleh satu keluarga—sepasang Suami-Istri pemilik toko dibantu oleh Anak, Menantu, dan satu orang (mungkin) saudaranya. Terakhir, saya melihat ada seorang pegawai baru yang saya yakin bukan dari anggota keluarga sebab wajah dan warna kulitnya berbeda. Entahlah.
Selain pelayanan yang memuaskan, interior toko juga sangat saya sukai. Desainnya tampak tua, di sekelilingnya ada lemari kaca. Di deretan lemari di bagian tengah, kamu bisa memilih dan mengambil sendiri. Semuanya terpajang.
Selain
pelayanan yang memuaskan, interior toko juga sangat saya sukai.
Desainnya tampak tua, di sekelilingnya ada lemari kaca. (Sumber foto: Friska Andri R. )
Lokasinya yang ada di Jalan Gunung Latimojong, tepat di depan SD Tamamaung, menjadi salah satu alasan kamu layak memilih Toko Ada sebagai pilihan pertama. selain serba ada, kamu juga bisa naik angkot ke sana. Dari kampus Unhas, kamu naik pete-pete apapun menuju Sentral, turun di depan Bank Danamon yang berhadapan dengan Bambuden lalu berjalan kaki sedikit menuju toko. Pulangnya, cukup keluar dari toko dan menunggu pete-pete 05 untuk kembali ke kampus. Praktis!
5. Toko Astra Jaya
Meski namanya seperti toko peralatan motor, tapi percayalah toko Astra Jaya tetaplah toko yang menjual alat dan bahan kriya. Jika ingin membeli peralatan jahit, saya memilih Tokoh Astra Jaya dibandingkan dengan Toko Harapan. Sebab, harganya jauh lebih murah. Hanya saja, kurang lengkap dan lebih kecil. Meski demikian, selalu ramai dengan pengunjung.
Toko Astra Jaya adalah toko peralatan dan bahan kriya satu-satunya di kawasan Tamalanrea. Hal tersebut menjadikannya sebagai pilihan pertama bagi warga di kawasan timur kota. Sebab, terlalu jauh jika harus ke Sentral. Lokasinya sangat mudah ditemukan, cukup menggunakan pete-pete ke Tamalanrea, turun di depan Makassar Town Square (MToS). Toko Astra Jaya berada di jejeran ruko di depan-sebelah-kanan MToS.
6. Toko Makassar Alat Lukis
Peralatan dan bahan lukis juga sering kita butuhkan untuk membuat karya seni kriya. Terutama untuk pewarnaan. Sejak tahun 2012, saya “berkenalan” dengan Toko Makassar Alat Lukis. Harganya selalu lebih murah. Kamu juga bisa berkonsultasi sebelum membeli bahan dengan Anggi, pelukis sekaligus pemilik toko. Selain murah, peralatan dan bahan melukis di sini juga lengkap dengan kualitas yang bagus.
Letaknya di Jalan Veteran lorong 293 no.1. Lorong pertama setelah perempatan Veteran-Sungai Saddang Baru. Tidak jauh dari pangkal lorong, di sebelah kiri kamu bisa melihat rumah dengan teras yang dihiasi lemari kaca berisi berbagai cat dan kuas. Anggi juga menyediakan nomor kontak di akun facebook Makassar Alat Lukis.
Selain toko Makassar Alat Lukis, semua toko di atas buka pukul 9 pagi sampai 6 sore. Dan beberapa tutup pada hari Minggu seperti Toko Astra Jaya dan Toko Ada.
Selamat berburu alat dan bahan, selamat berkarya, selamat berkriya!
Catatan : Tulisan ini sudah pernah dimuat di revius
Senin, 30 Maret 2015
Craft Tour : Kerajinan Khas Jambi
Hal pertama
yang kucari tahu saat tiba di Jambi adalah apa kerajinan khas kota Jambi?
Jawaban
yang kudapat hanya satu : Batik Jambi. Tidak ada yang lain.
Mungkin
karena kota Jambi ini sangat multikultural sehingga tak ada satu folklor yang
menonjol. Suku di Jambi yang tertua adalah Melayu, kemudian di tahun 60-an
pemerintah mengadakan program transmigrasi, suku Bugis, Jawa, dan Banjar banyak
yang merantau hingga kini menetap di Jambi.
Sekilas
batik Jambi sama saja dengan batik Jawa. Toh memang batik dibawa oleh orang
Jawa ke Jambi. Yang membedakan adalah motifnya. Beberapa motif batik Jambi yang
saya lihat adalah bergambar perahu adat Jambi dan gambar dua ekor angsa. Jambi
dikenal sebagai kota Angso Duo karena konon sejarah adanya Jambi ini ditemukan
ketika seorang pangeran keturunan Turki diberikan saran oleh sang Raja untuk
berlabuh menemukan pasangan angsa yang ia lepas sepanjang sungai. Dan sang
angsa yang dilepas berhenti dan menemukan pasangannya di kota Jambi. Ada banyak
versi jga sebenarnya mengenai Angso Dua. Sila cari sendiri versi lainnya.
Untuk
jenis kain batik Jambi juga sangat beragam ada katun, sutra, dan gabungan
keduanya. Jika ingin menemukan batik lengkap dengan melihat cara pembuatannya,
kamu bisa ke Seberang Kota Jambi (Sekoja). Di sana juga terkenal warganya masih
menggunakan bahasa melayu lama. Saya tidak ingin mengakatakan suku asli berada
di sana, sebab saya sampai sekarang masih tak mengerti akan definisi suku asli
itu seperti apa?
Karena
tidak sempat ke Seberang dan masih penasaran melihat wujud batik Jambi seperti
apa, saya menyempatkan ke salah satu kelompok tenun yang ada di kota Jambi. Karena
mamaku juga memesan oleh-oleh batik Jambi. Sampai di sana saya tak kaget ketika
diberitahu bahwa harga kain batik per meter 500ribu. Saya memilih batik berwarna
hitam bermotif putih gambar angsa. Setelah tawar menawar saya dikasi diskon
jadinya saya hanya membayar 475ribu rupiah saja. Tapi saya ternyata lupa
membawa uang, saya buru-buru permisi dan meminta Wanda, teman yang menemani
saya mencari atm. Pemilik toko yang nampaknya sebelum saya datang sedang tidur siang, karena
rumah sekaligus toko itu awalnya tertutup padahal bukan hari libur dan bukan
jam istirahat saat kami ke sana.Saatsampi di atm, mamaku menelpon. Saya bilang
kalau saya sedang mengambil uang untuk membeli batik dan mamaku tiba-tiba
bilang tak usah beli batiknya, dia sedang mengincar batik model lain yang ada
di Makassar.Ukh… saya jadi tak enak sama pemilik toko. Bagaimana nih Wanda?
Kalau balik ke toko dan bilang batal belinya saya ndak enak juga. Setelah lama
berpikir tentang perasaan tidak enak itu kami memutuskan tak kembali. Tetap
dengan perasaan bersalah.Aduh serba salah.
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
Abracadubra Zine
Agang Camane
Baby Shoes
Belajar Menggambar
Benda Favorit
Biwi Series
Boneka Washi Camane
Book's Mate
Camane Craft
Camane Giveaway
Cara Mendaur Ulang Kertas
Ceritaku
Coptic Binding
Craft Day
Craft Event
Craft Shop
Craft Story
Craft Supply
Craft Tour
Crafter Match Day
DIY think
Don't Pay
Doodlee
Dunia Tenri
Felt Camane
For Sale
Gift and Thanks
Gigs
Hello Sewing Machine
Homemade Soap
It's Free Makassar
Jewelry
Kain Perca
Kancing Bungkus
KBJamming
Keranjang Takakura
Kipas
Knitting
Knitting and Crochet
Kompos
Kulit Superimitasi
Lapak Gratis
Lapakan Camane Craft
Librarian's Diary
Lontara
Magnet
Makassar Craft Event
Make Over
Make Your Own Paty
Mari Mendaur Ulang
Menyulam alias Embroidery
Merajut dengan Jari
Mikipiji
Monsi
Natskinca Camane
Natural Soap
Origami
Painting
Pake Centang
Papercutting
Permakultur
Pillow
Pin
Pocketbook and Notebook
Post Card
Proyek Kolaborasi
Recycle
Recycle and Craft Shop Info
Roll
Rubber Stamp
Sew
Sewing
Shoes
Simple Binding
Sorowako Akhir Pekan
Step by Step
Take a Picture
Tentang Pernikahan Kami
Tetrapack
Tips CantikDari Bahan Alami
Tote Bag Camane
Tribute to Bra
Wedding Decor





