Senin, 02 Juni 2014

Pameran seni dan kriya : Mother. Daughter. Sister. An Endless Conversation

Jadi tanggal 19 April hingga 19 Mei 2014 itu saya diajak bergabung dalam Art and Craft Exhibition berjudul Mother. Daughter. Sister an Endless Conversation yang diadakan oleh Rumata Art Space. Berikut saya menampilkan foto-foto dari kamera ponsel saya seadanya. 


 



Hal yang paling menyenangkan adalah lewat pameran ini 
saya bertemu banyak kenalan baru yang keren-keren.
Jadi tambah semangat buat meneruskan kegiatan ber-kriya ini. 


Nah saya sendiri memamerkan ini. 
Beberapa stok pocketbook dan sebuah album yang berisi 
kriya buatanku selama tiga tahun. 

Beberapa tulisan mengenai pameran ini bisa anda baca di sini dan di sini.
Terima kasih teman-teman yang telah berkunjung dan juga terima kasih untuk Rumata Art Space telah diajak bergabung di pameran ini.

Jumat, 02 Mei 2014

Tutorial membuat cupcake ala anak les

Acara membuat cupcake bersama murid-murid les di rumahku ini sebenarnya sudah lama. 
Saya yang baru sempat mem-posting-nya. 
Well langsung saja simak resep sederhana dengan bahan dan alat seadanya dari kami ^^


Pertama siapkan bahan : telur, gula pasir, tbm, mentega, baking powder, dan terigu.

 Masukkan 5 butir telur ke dalam mixer.

Tambahkan gula pasir dua gelas.

 Masukkan TBM.


Juga baking powder.
 Kocok sebentar hingga bahan sebelumnya tercampur dan sedikit mengembang.

 Campurkan terigu dua gelas tinggi.

Terakhir mentega yang sudah dicairkan.
Lalu aduk, bebas mau memakai mesin mixer atau alat kocok manual.


 Setelah cukup mengembang waktunya memanggang. 
Kami tidak punya oven jadi memanggang cupcake nya menggunakan panci panggang.

Sembari menunggu semua selesai dipanggang, siapkan adonan untuk hiasan cupcakenya. Campurkan mentega dengan gula pasir bubuk (sebelumnya diblender)

Hiasai bagian atas cupcake nya (ups... maf fotonya terbalik)




 Tattadaaaaaa...
Cupcake kami sudah jadi pemirsahhhh... Dari adonan tadi bisa jadi 12 buah cupcake.
Oya perkenalkan mereka adalah (kiri ke kanan) Vira, Egi, Icha, Ika, dan Dinda.

 Dan saya sendiri Ekbess, tukang bikin tutorialnya ;)

Foto dibuang sayang :
Egi

Vira

Vira, Icha, Dinda

Ika

Icha



Sampai bertemu di tutorial selanjutnya.

Sabtu, 01 Maret 2014

Tutorial : Membuat kain motif Tie Dye

Hoaalllaaa... Ini juga postingan yang sudah lama tersimpan dalam draft begitu saja. 
Akibat dari menunda-nunda beginilah jadinya, terlupakan *alasan :p

Sekitar tahun lalu pokoknya saya bereksperimen membuat kain Tie dye. Rencana awal mau membuat celemek couple entah untuk siapa, yang jelas saya waktu ingin sangat ingin belajar mencelup-celup kain pokoknya. Dan ternyata sangat mudah rupanya dan tentu saja sangat menyenangkan. Saya berpatokan sama postingan Vitarlenology waktu itu. Jadi kurang lebih begini caranya :



Siapkan kain putih, entah kaos atau apa. Tapi kalau yang ini saya pakai kain belacu. 


Lalu ikat-ikat. Nah proses mengikatnya ini yang paling menyenangkan karena polanya terbentuh dari sini. Jadi bagi saya yang pemula saya hanya bisa menebak-nebak kira-kira kalau diikat seperti ini motifnya seperti apa yaaah? Tali yang saya gunakan tali plastik bekas.


Kemudian siapkan pewarna kain. Saya menggunakan ini pewarna textil cap Nilon. 
Harganya Rp.1000,- per bungkus... Murah lah yah...


Cara pemakaiannya ada di belakang kemasan. Tapi tidak harus sesuai yang tertulis di situ. Ada beberapa hal yang saya langgar misalnya waktu proses pencelupan kain di air mendidih. Di situ disarankan 60-90 menit. Saya cuma 15 menit saja karena di beberapa tutorial juga saya lihat waktu 15 menit itu sudah cukup.


Saat di celup di atas kompor setelah air mendidih dan pewarnai kain dimasukkan. Airnya sekitar 2-3 liter. Jangan lupa masukkan sedikit garam 1-2 sendok lah. Gunanya agar warna menempel lebih kuat di kain. 


Setelah lima belas menit, buka ikatannya dan masukkan ke air dingin. Lalu jemur.


Tattadaaaaa... Maka jadilah...