Jumat, 18 Maret 2016

Merawat tubuh dengan scrub khas suku Bugis : Bedda' bolong


Selain menyediakan paket membuat sabun sendiri 
saya juga menyediakan lulur berbahan utama beras yang dikenal dengan Bedak Bolong khas Bugis. Lulur tradisional ini tidak mengandung bahan kimia sama sekali. Selain beras, lulur ini juga berbahan akar wangi, rempah bunga, dan jeruk nipis. Sangat menyenangkan...


Tentang Lip Balm...


Jadi awal kisahnya saya menjadi tuan rumah untuk teman bernama Bea di ‪#‎couchsurfing‬ Dia dari Spanyol dan kami ternyata sama-sama tertarik pada hal yang sama yaitu "Hal-Hal Natural" saya suka bikin sabun, Bea suka bikin lipbalm. Barteran lah kami. Sayangnya dia cuma semalam, tapi dia sempat men jelaskan proses membuat lipbalm itu bagaimana. Ini Hal yang paling kusuka bergabung dengan #couchsurfing karena saya seringkali menemukan tamu yang seiya sekata dengan saya hihihi...


Bahan utama lipbalm adalah beeswax (lilin dari sarang lebah) dan minyak kelapa. Itu saja 😱 Dan beberapa Minggu setelah itu saya ikut jalan-jalan ke Hutan Desa Bantaeng bersama teman-teman di Balang Institute. Di sana saya bertemu seorang petani pengumpul madu, dan ternyata Dia mau memberikan beberapa sarang lebarnya yang sudah kering 😘 saya pun kembali ke Makassar dengan janji akan bereksperimen sendiri dan kalau benar jadi lipbalm nya akan kukirim untuk istri petani tersebut, tentu untuk teman-teman di Balang juga.

Berbekal info dari Bea dan aneka tutorial di internet, saya pun memulai. Awalnya sarang lebah yang sudah kering dimasak sampai sarangnya lembek dan mengecil.

 
Setelah itu ampasnya disaring. Ampas bisa langsung dibuang atau dijadikan makanan ternak. Airnya jangan buru-buru dibuang karena yang menepel di panci itulah yang dinamakan lilin lebah (dan ternyata sangat sedikit), ketika airnya sudah dingin lilin lebah juga akan mengapung dengan sendirinya (tapi masih tetap sedikit sih).

Ini hasilnya lilin lebah alias beeswax, dari setengah panci jadinya cuma setengah botol selai kecil. Saya sengaja memisahkan yang kurang mengandung ampas karena itulah yang akan dipakai untuk membuat lipbalm nantinya. Oya di internet cukup banyak olshop yang menjual ‪#‎beeswax‬ kok. Tapi jangan tanya lagi kenapa mahal? Karena meski proses membuatnya mudah namun menemukan sarang lebah itu susah. Apalagi semakin hari hutan semakin menyempit 😣


Setelah beeswax jadi waktunya membuat lipbalm. Beeswax di tim dalam air yang panas namun tidak boleh mendidih juga (apinya tetap menyala namun sangat kecil). Setelah itu masukkan minyak kelapa, takarannya sesuka hati. Kalau mau lebih padat minyak dikurangi. Jadi intinya memang harus sering bereksperimen untuk tahu bagaimana hasilnya. Setelah beeswax nya mencair bisa langsung dimasukkan dalam wadah. Saya memcoba membuat tiga varian, original (ala ala masakan tanpa bumbu macam-macam), cinnamon (pake bubuk kayu manis biar wangi), dan terakhir entah namanya apa karena saya coba masukkan secuil pewarna dari lipstik saya agar nampak berbeda hehhehe...

  

Dan tadaaaaa jadi lah ‪#‎lipbalm‬ Saya lebih suka pakai lipbalm karena memang bibir cuma butuh dilembabkan agar tidak kering. Yang saya tahu kalau menggunakan lipstik sering-sering bisa membuat bibir kering (belum lagi kalau bahannya tidak jelas entah bahan kimia apa yang digunakan). Oya ternyata lipbalm juga bermanfaat untuk kutikula di kuku, bisa untuk mengurangi rambut bercabang, untuk merapikan alis, bisa digunakan di kelopak mata sebelum memakai eyeshadow untuk efek kilauan pada mata, dan bisa menghentikan luka kecil misalnya tergores. Ya... Tidak diragukan sih sebenarnya, toh memang perpaduan sarang lebah dan minyak kelapa yang juga mengandung banyak manfaat. 

Baking Soda dan manfaatnya untuk tubuh



Ini salah satu bahan yang harus ada di rumah saya setiap saat. Serba guna soalnya... Mari mari menggunakan bahan yang tidak berbahaya untuk perawatan tubuh :)

Natrium bikarbonat adalah senyawa kimia dengan rumus NaHCO3. Dalam penyebutannya kerap disingkat menjadi bicnat. Senyawa ini termasuk kelompok garam dan telah digunakan sejak lama.
Senyawa ini disebut juga baking soda (soda kue), Sodium bikarbonat, natrium hidrogen karbonat, dan lain-lain. Senyawa ini merupakan kristal yang sering terdapat dalam bentuk serbuk. Natrium bikarbonat larut dalam air. Senyawa ini digunakan dalam roti atau kue karena bereaksi dengan bahan lain membentuk gas karbon dioksida, yang menyebabkan roti "mengembang".
Senyawa ini juga digunakan sebagai obat antasid (penyakit maag atau tukak lambung). Karena bersifat alkaloid (basa), senyawa ini juga digunakan sebagai obat penetral asam bagi penderita asidosis tubulus renalis (ATR) atau rhenal tubular acidosis (RTA). Selain itu, natrium bikarbonat juga dapat dimanfaatkan untuk menurunkan kadar asam urat.[1]
NaHCO3 umumnya diproduksi melalui proses Solvay, yang memerlukan reaksi natrium klorida, amonia, dan karbon dioksida dalam air. NaHCO3 diproduksi sebanyak 100 000 ton/tahun (2001).[2]
Soda kue juga diproduksi secara komesial dari soda abu (diperoleh melalui penambangan bijih trona, yang dilarutkan dalam air lalu direaksikan dengan karbon dioksida. Lalu NaHCO3 mengendap sesuai persamaan berikut :

Na2CO3 + CO2 + H2O → 2 NaHCO3

Baking soda alias soda Kue merupakan bahan untuk pembuatan kue yang terbuat dari Sodium Bikarbonat atau Natrium Bikarbonat. Selain baking soda, kita juga mengenal baking powder. Keduanya adalah berbeda. Baking soda merupakan natrum bikarbonat murni, sedangkan baking powder adalah natrium bikarbonat yang sudah dicampur dengan asam (cream of tartar) dan bahan pengering (pati).

Namun, selain digunakan untuk membuat kue agar mengembang, baking soda juga bisa digunakan sebagai bahan untuk perawatan kecantikan. Diantaranya untuk perawatan kulit, wajah, rambut, kuku dan kaki. Bahkan, seorang artis Hollywood, Emma Stone mengaku menggunakan baking soda untuk merawat kecantikan wajahnya. Nah, berikut ini merupakan ulasan mengenai manfaat baking soda sebagai bahan perawatan kecantikan serta cara pengaplikasiannya.

Baking soda untuk scrub wajah
Baking soda merupakan bahan alami untuk perawatan kecantikan wajah. Caranya, campurkan 3 sendok teh  baking soda dengan air hingga mengental dan berbentuk seperti pasta. Gunakan adonan tersebut sebagai facial scrub yang berfungsi mengikis sel kulit mati. Anda juga bisa mencampurkannya dengan susu pembersih. Trik ini jauh lebih murah dan alami dibanding facial scrub yang dijual di toko-toko kecantikan.

Mengobati jerawat di wajah
Cuci wajah hingga bersih, lalu oleskan masker baking soda pada wajah secara merata. Biarkan selama sepuluh menit lalu bilas dengan air hangat. Cara membuatnya sama seperti membuat scrub. Ramuan ini efektif untuk menghilangkan jerawat dan komedo.

Mengatasi wajah berminyak
Campurkan baking soda dengan air dan gandum mentah membentuk adonan seperti pasta. Oleskan adonan tersebut ke seluruh wajah dan gosok lembut secara melingkar. Kombinasi gandum dan baking soda sangat bagus untuk mengatasi kelebihan minyak di wajah dan membersihkan pori-pori yang tersumbat.

Manfaat baking soda untuk kuku
Selain bagus untuk perawatan kecantikan wajah, baking soda juga bisa Anda gunakan untuk merawat kuku. Bersihkan kuku terlebih dahulu, kemudian gosok dengan pasta baking soda menggunakan sikat gigi yang tak terpakai.

Manfaat baking soda untuk rambut
Campurkan baking soda dengan shampo dengan takara sama banyak kemudian gunakan untuk keramas. Cara ini akan membuat rambut anda lebih bersih dibanding hanya keramas dengan menggunakan shampo saja.

Manfaat baking soda untuk merawat kaki
Selain untuk merawat kuku, sodium bikarbonat juga bisa dipakai untuk merawat kaki yang kusam dan pecah-pecah. Sediakan air hangat dalam baskom kemudian campurkan 3 sendok makan baking soda. Rendam kaki dalam air tersebut selama beberapa menit sambil digosok-gosok pada daerah yang pecah-pecah.

Menghilangkan noda hitam di wajah
Selain bisa untuk mengatasi jerawat, natrium bikarbonat ini bisa anda pakai untuk menghilangkan bintik-bintik hitam di wajah juga mengatasi komedo. Caranya, campurkan cangkir susu dicampur dengan 1 sdm baking soda sehingga menjadi adonan pasta. Gunakan sebagai scrub.

Baking soda juga sangat bagus jika digunakan untuk merawat kulit yang terbakar sinar matahari. Bahhkan ada yang menggunakan baking soda sebagai pembersih sisir dan kuas. Selamat mencoba.

Untuk Mencerahkan dan Memutihkan Gigi
Manfaat yang pertama dari baking soda untuk anda tampil cantik adalah bisa memutihkan gigi dengan bahan bahan seperti strawberry, lemon, dan baking soda caranya yaitu :
  • 1 buah Strawberry yang dihaluskan
  • 1 buah Lemon yang diperas
  • Baking soda 1,5 sendok makan
Campurkan semua bahan dan diaduk hingga semuanya tercampur rata. Bahan tadi yang sudah berbentuk pasta bisa digunakan sebagai pasta gigi dan mulailah menggosok gigi anda dengan pasta gigi hasil racikan kita sendiri.

Tahukah anda, strawbery mengandung asam malat yang dapat mengikis dan menghilangkan noda pada gigi. Pencampuran buah lemon dan baking soda yang digunakan sangat bermanfaat untuk membantu membuat gigi lebih putih. Rasa yang dihasilkan dari pasta gigi baking soda ini rasanya asam, jadi sebaiknya gunakan maksimal 2 kali dalam sebulan saja pasta gigi baking soda ini.

Manfaat Baking Soda Untuk Menghilangkan Ketombe Pada Rambut
Selain manfaat baking soda untuk memutihkan dan mencerahkan gigi, ada satu lagi manfaat baking soda yaitu untuk mengatasi ketombe atau membersihkan dan menghilanbgkan ketombe.

Bagaimana Cara Menggunakan Baking Soda Untuk Keramas Hilangkan Ketombe?

Caranya sangat mudah sekali, anda bisa ambil segenggam baking soda atau secukupnya. Kemudian setelah itu taburkan butiran baking soda tadi kerambut anda dan lakukan seperti keramas seperti yang biasa anda lakukan tetapi tanpa air. Nah setelah selesai, maka bilaslah rambut anda dengan air dan keramas lagi dengan shampoo kesayangan anda.
Tahukah anda kalau baking soda membantu pengelupasan kulit kepala yang kering serta akibat jamur dan bisa menetralkan PH rambut.
Penggunaan baking soda pada rambut yang berketombe cukup digunakan maksimal 2 kali dalam sebulan. Jika dalam penggunaan baking soda untuk perawatan rambut tidak berhasil, maka segeralah anda konsultasikan dengan dokter anda.

Selasa, 05 Januari 2016

Selamat Tahun Baru 2016





Halo Halooooo...

Selamat tahun baru (telat beberapa hari hehehe...)

Apa kabar?

Saya sendiri masih diserang galau, apalagi baru saja selelai blogwalking ke beberapa blog favorit saya, ada Vitarlenology, Ideku Handmade, Yufinats, dan Ika Vantiani. Galaunya karena bahkan sampai saat ini, di tahun ke 5 saya terjun di dunia craft, saya belum bisa menentukan saya fokusnya apa sih sebenarnya? Belum menemukan jati diri dalam dunia membuat ini, begitulah. Atau mungkin karena terlalu banyak mau?

Pergantian tahun, ada rencana apa?

Tentu saya tidak bisa melepaskan diri dari dunia craft ini. Saya tipe orang yang cepat bosan dan selalu mau belajar banyak hal. Tiga bulan terakhir penghujung tahun 2015 saya mengikuti Pelatihan Penelitian Desa yang diadakan oleh Sekolah Rakyat Petani Payo-Payo. Penelitian dengan metode Participatory Action Research ini kemungkinan besar (saya sudah mengajukan diri sebenarnya cuma belum ada pengumuman) akan saya lanjutkan satu tahun ke depan di Desa Gunung Perak, Kabupaten Sinjai. Jadi selama satu tahun saya tidak akan sering berada di Kota Makassar. Saya harus rela menahan banyak keinginan membuat ini dan membuat itu demi menabung agar bisa membuka Recycle and Craft Shop. Ya... Semoga jika semuanya berjalan lancar saya juga sudah menemukan mau fokus pada apa seperti yang diceritakan Vitarlenology dalam postingannya yang ini.

Sampai jumpa... Doakan saya segera menemukan jati diri yah ;)

Kamis, 13 Agustus 2015

Paket Membuat Sabun Sendiri

Halo halo...
Masih ingat dua tahun lalu saya membuat tutorial membuat sabun sendiri?
Karena banyak teman yang bertanya dan memesan bahan sabunnya, saya sekarang menyediakan paket bahan plus CD video tutorialnya. Yang mau paket bahan yang terdiri atas minyak sawit, minyak kelapa, minyak jagung, dan NaOH ini sila hubungi saya di nomor 08981826694 atau via email camanecraft.blogspot.com


Ngomong-ngomong apa sih alasan terbesar orang membuat sabun sendiri? Selain berhemat tentu saja, saya memilih membuat sabun sendiri karena :
  •       Sabun yang banyak dijumpai di pasaran meskipun disebut sabun sebenarnya adalah detergent. Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES) merupakan bahan dasar pembuatan detergent, SLS berfungsi sebagai surfactant (Surface Active Agent) atau agen pembersih. Karena bersifat pembersih, maka lemak-lemak yang berfungsi untuk melindungi kulit juga ikut larut, sehingga kulit menjadi kering dan berakibat pada iritasi.
  •       Sabun ini kaya akan pelembab alami, sehingga sehabis mandi kulit tidak terasa kering bahwkan untuk wajah.
  • .     Wewangian yang lembut dan tidak menyengat, kami tidak memakai pewangi sintetik sehingga wangi yang dihasilkan bersifat lembut dan ringan.
  • .     Sabun natural kaya akan gliserin alami yang terbentuk dari proses pembuatan sabun itu sendiri. Sedangkan mandi dengan sabun komersial, kulit akan terasa kering, hal ini disebabkan karena gliserin alami yang terbentuk selama proses pembuatan sabun diambil atau diekstrak untuk pembuatan lotion maupun pelembab.


Bagaimana cara membuatnya?
Rumus membuat sabun adalah: Fatti Acid (oils) + Base (Natrium Hydroxide/Lye) = A Salt (Soap). Sederhananya, saya mencampurkan Lye (NaOH) yang sebelumya telah dicampur dengan air ke dalam campuran minyak kelapa yang berfungsi sebagai penghasil busa, minyak sawit yang akan membuat sabun menjadi lebih padat, dan minyak jagung yang mengandung vitamin E baik untuk kulit dan melembabkan kulit.

Selanjutnya saya mencampurkan beberapa bahan alami seperti kunyit, kopi, cengkeh, lavender, minyak esensial, dan pewarna makanan. Butuh waktu 3 minggu sampai NaOH mengubah minyak menjadi  sabun dan menghasilkan gliserin. 

Berikut lampiran lengkap cara membuat sabun. Sebenarnya ada banyak resep membuat sabun dengan variasi masing-masing. Ini hanya salah satu yang paling sering saya gunakan. 

Bahan-Bahan yang dibutuhkan :
1.         Minyak atau Lemak – Hampir semua minyak / lemak alami bisa dibuat menjadi sabun. Cari yang mudah saja seperti: Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak Jagung, Minyak Kedelai…
2.         NaOH / KOH – Untuk mengubah minyak / lemak menjadi sabun. Bisa beli di toko bahan kimia, ambil yang teknis saja.
3.         Air – Sebagai katalis/pelarut. Pilih air sulingan atau air minum kemasan. Air dari pam tidak bagus, banyak mengandung mineral.
4.         Essential dan Fragrance Oils – Sebagai pengharum. Beli di toko bahan kimia atau lainnya.
5.         Pewarna – Untuk mewarnai sabun. Bisa juga memakai pewarna makanan.
6.         Zat Aditif – Rempah, herbal, talk, tepung kanji/maizena dapat ditambahkan pada saat “trace”.
Alat-alat yang dibutuhkan :
1.         Sebuah masker sederhana - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
2.         Kacamata - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
3.         Sepasang sarung tangan karet - Dipakai selama pembuatan sabun.
4.         Botol plastik - Untuk wadah air.
5.         Timbangan dapur (dengan skala terkecil 1 atau 5 gram).
6.         Kantong plastik kecil - Untuk menimbang NaOH/KOH.
7.         Sendok stainless steel atau plastik-polipropilen - Untuk menuangkan NaOH / KOH dan mengaduknya.
8.         Wadah dari gelas atau plastik-polipropilene - Untuk tempat larutan NaOH/KOH dengan air.
9.         Wadah dari plastik - Untuk menimbang serta tempat air dan minyak.
10.      Kain - Untuk menutup cetakan setelah diisi sabun.
11.      Plastik tipis - Untuk melapisi cetakan.
12.      Cetakan.
13.      Blender dengan tutupnya.
14.      Kain - Untuk menutup blender.
Cara pembuatan :
1.         Siapkan cetakan. Cetakan bisa apa saja. Bisa loyang yang diminyaki, baki plastik yang dialasi plastik tipis atau pipa PVC yang diminyaki. Siapkan cetakan yang cukup untuk menampung semua hasil pembuatan sabun.
Cetakan: Untuk cetakan anda bisa menggunakan kayu atau karton yang dilapisi plastik tipis, bahkan pipa PVC bisa dipakai. Jika menggunakan pipa PVC tutup bagian bawah dengan plastik yang diikat dengan karet gelang, semprotkan minyak ke dalamnya, tuangkan hasil sabun. Setelah mengeras buka tutupnya, dorong lalu potong akan menghasilkan sabun yang bulat.
2 (dua) Resep Sabun Padat :
Resep#1 - sabun padat
235 g Minyak Zaitun
150 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Sawit
74 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)

Resep#2 - sabun padat
250 g Minyak Sawit
140 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Jagung
75.5 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)
1.         Timbang air dan NaOH / KOH, sesuai dengan Resep. Larutkan NaOH / KOH ke dalam air sejuk / dingin (Jangan menggunakan wadah aluminium. Gunakan stainless steel, gelas pyrex atau plastik-poliproplen). Jangan menuangkan air ke NaOH / KOH. Tuangkan NaOH / KOH ke dalam air sedikit demi sedikit. Aduk higga larut. Pertama-tama larutan akan panas dan berwarna keputihan. Setelah larut semuanya, simpan di tempat aman untuk didinginkan sampai suhu ruangan. Akan didapatkan larutan yang jernih.
2.         Timbang minyak (Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak Jagung, Minyak Kedelai...) sesuai dengan Resep.
3.         Tuangkan minyak yang sudah ditimbang ke dalam blender.
4.         Hati hati tuangkan larutan NaOH / KOH ke dalam minyak.
5.         Pasang cover blender, taruh kain di atas cover tadi untuk menghindari cipratan dan proses
pada putaran terendah. Hindari jangan sampai menciprat ke muka atau badan anda. Hentikan blender dan periksa sabun untuk melihat tahap “trace”. “Trace” adalah kondisi dimana sabun sudah terbentuk dan merupakan akhir dari proses pengadukan. Tandanya adalah ketika campuran sabun mulai mengental. Apabila disentuh dengan sendok, maka beberapa detik bekas sendok tadi masih membekas, itulah mengapa dinamakan “trace”.
6.         Pada saat “trace” tadi anda bisa menambahkan pengharum, pewarna atau aditif. Aduk beberapa detik kemudian hentikan putaran blender.
7.         Tuang hasil sabun ini ke dalam cetakan. Tutup dengan kain untuk insulasi. Simpan sabun dalam cetakan tadi selama satu hingga dua hari. Kemudian keluarkan dari cetakan, potong sesuai selera. Simpan sekurang-kurangnya 3 minggu sebelum dipakai.