Senin, 30 Maret 2015

Craft Tour : Kerajinan Khas Jambi



 
 


Hal pertama yang kucari tahu saat tiba di Jambi adalah apa kerajinan khas kota Jambi? 
Jawaban yang kudapat hanya satu : Batik Jambi. Tidak ada yang lain.

Mungkin karena kota Jambi ini sangat multikultural sehingga tak ada satu folklor yang menonjol. Suku di Jambi yang tertua adalah Melayu, kemudian di tahun 60-an pemerintah mengadakan program transmigrasi, suku Bugis, Jawa, dan Banjar banyak yang merantau hingga kini menetap di Jambi.

Sekilas batik Jambi sama saja dengan batik Jawa. Toh memang batik dibawa oleh orang Jawa ke Jambi. Yang membedakan adalah motifnya. Beberapa motif batik Jambi yang saya lihat adalah bergambar perahu adat Jambi dan gambar dua ekor angsa. Jambi dikenal sebagai kota Angso Duo karena konon sejarah adanya Jambi ini ditemukan ketika seorang pangeran keturunan Turki diberikan saran oleh sang Raja untuk berlabuh menemukan pasangan angsa yang ia lepas sepanjang sungai. Dan sang angsa yang dilepas berhenti dan menemukan pasangannya di kota Jambi. Ada banyak versi jga sebenarnya mengenai Angso Dua. Sila cari sendiri versi lainnya.

Untuk jenis kain batik Jambi juga sangat beragam ada katun, sutra, dan gabungan keduanya. Jika ingin menemukan batik lengkap dengan melihat cara pembuatannya, kamu bisa ke Seberang Kota Jambi (Sekoja). Di sana juga terkenal warganya masih menggunakan bahasa melayu lama. Saya tidak ingin mengakatakan suku asli berada di sana, sebab saya sampai sekarang masih tak mengerti akan definisi suku asli itu seperti apa?

Karena tidak sempat ke Seberang dan masih penasaran melihat wujud batik Jambi seperti apa, saya menyempatkan ke salah satu kelompok tenun yang ada di kota Jambi. Karena mamaku juga memesan oleh-oleh batik Jambi. Sampai di sana saya tak kaget ketika diberitahu bahwa harga kain batik per meter 500ribu. Saya memilih batik berwarna hitam bermotif putih gambar angsa. Setelah tawar menawar saya dikasi diskon jadinya saya hanya membayar 475ribu rupiah saja. Tapi saya ternyata lupa membawa uang, saya buru-buru permisi dan meminta Wanda, teman yang menemani saya mencari atm. Pemilik toko yang nampaknya sebelum saya datang sedang tidur siang, karena rumah sekaligus toko itu awalnya tertutup padahal bukan hari libur dan bukan jam istirahat saat kami ke sana.Saatsampi di atm, mamaku menelpon. Saya bilang kalau saya sedang mengambil uang untuk membeli batik dan mamaku tiba-tiba bilang tak usah beli batiknya, dia sedang mengincar batik model lain yang ada di Makassar.Ukh… saya jadi tak enak sama pemilik toko. Bagaimana nih Wanda? Kalau balik ke toko dan bilang batal belinya saya ndak enak juga. Setelah lama berpikir tentang perasaan tidak enak itu kami memutuskan tak kembali. Tetap dengan perasaan bersalah.Aduh serba salah. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Creativity and Share with love...