Senin, 21 Januari 2013

Cara membuat album foto alias scrapbook


Yang dibutuhkan adalah : kertas, karton tebal, cutter, penggaris, lem putih, ring, mata itik, pelubang (bisa pakai paku)




Sengaja tidak kusertakan keterangan, berharap foto-foto ini bisa bercerita. Hehehe... 
Kalau ada yang mau ditanyakan, sms atau email saja. ^^
Terima kasih untuk Chac Lubber sudah relakan kameranya menginap di kamarku 24 jam ;)


Catatan Kecil : Musik yang kuputar di balik layar pembuatan tutorial ini adalah musik ambient nya Myxomata yang sudah kudonlot. Paling favorit yang judulnya Gerbang Lambung. ^^ 
Pilihannya selain bikin suasana tenang, juga karena di sebelah kosanku pas sekolah TK. 
Jadi kalau pagi tidak boleh putar musik keras. ;)


Sabtu, 19 Januari 2013

Cara Membuat Sabun Sendiri


Halo... ini kali kedua saya belajar bikin sabun. 
Kali pertama tahun 2011 kalau tak salah ingat, saya belajar dari kak Melanie. 
Hasilnya sabun coba-coba bikin itu tidak berbusa banyak. 
Setelah caritahu sana sini ternyata memang saya tidak memasukkan bahan utama penyebab busa dalam sabun melimpah ruah, yaitu minyak kelapa. 
Saya pun berniat untuk kali kedua membuat yang lengkap dan mudah-mudahan berhasil. 
Saya meminta minyak kelapa buatan tante saya di kampung yang harumnya bukan main, 
meski sayang tapi namanya juga usaha? 
Tante saya berbaik hati membagikan satu botol minyak kelapa buatannya secara gratis. 
Betapa beruntungnya saya... 
Tapi karena banyak disibukkan sama urusan lain *sok sibuk :D 
saya pun baru sempat kembali bereksperimen lagi tiga hari lalu. 
Kali ini tidak sendiri, tapi bersama Wancrut, sodara seiman seiya sekata. 
Hahaha... She is the best untuk urusan teman ngobrol, gosip, maccalla, belajar masak, dan sebagainya.
Okey, untuk membuat sabun bahan dan alat yang perlu disiapkan adalah :

 Bahan :
Minyak sawit
Minyak kelapa
Minyak zaitun
NaOH
Pewangi (Minyak essensial atau fragrance)
Bahan tambahan jika mau, kali ini saya memakai kopi bubuk. 
(Bisa diganti dengan buah, atau apa saja, tergantung mau bikin sabun apa? Hehehe)

Alat :
Timbangan Dapur
Masker
Kacamata
Sendok plastik
Wadah utuk mencampur bahan
Cetakan 

(Untuk lebih jelas mengenai takaran saya sarankan membaca petunjuk dari sini dan sini)

Mari kita mulai. Capurkan soda kaustik atau NaOH atau lebih sering orang bilang soda api ke dalam air. Ingat, jangan sampai terbalik, memasukkan air ke dalam NaOH, itu bahaya. Saat mencampur airnya akan berubah menjadi panas dan mengeluarkan uap. Jadi jangan lupa memakai masker, sarung tangan, dan kacamata ya. Aduh pelan-pelan hingga air menjadi bening. Lalu diamkan sampai suhu air jadi normal. Sambil menunggu, silahkan campur ketiga jenis minyak di wadah lain, tentu saja dengan menakarnya terlebih dahulu.




 Setelah air NaOH dingin, masukkan campuran ketiga minyak tadi ke dalam wadah yang sudah air+NaOh tadi. Ingat, minyak yang dimasukkan ke dalam larutan air+NaOH, jangan sampai terbalik. Aduk pelan-pelan, sampai mengental, prosesnya disebut trace. Kalau sudah kental diamkan sejenak. Campuran sabun sudah siap untuk dicetak. Lebih bagus lagu sebenarnya kalau diaduk menggunakan mesin mixer. Agar lebih rata.

Silahkan bagi campuran sabun beberapa bagian jika ingin membuat berbagai macam campuran wangi atau bahan tambahan. Saya sendiri memakai tiga jenis minyak essensial untuk tiga cetakan. Dan juga membuat sabun dengan tambahan kopi untuk cetakan lainnya. Saya juga menambahkan potongan gambas dari kebun Wancrut di Mamuju pada beberapa cetakan.


 





Hasilnya seperti ini. Simpan di tempat yang aman dengan suhu stabil ruangan satu sampai dua hari kemudian keluarkan dari cetakan. Tapi belum bisa langsung digunakan, tunggu sampai padatnya mantap dan gliserinnya lebih mantap pula. Kira-kira tiga minggu. Hasilnya? Saya sendiri belum tahu, tapi mudah-mudahan ini berhasil, karena saya berusaha membuat berdasarkan berbagai petunjuk dari para pembuat sabun natural yang kutahu. Sampai jumpa tiga minggu akan datang untuk tahu hasilnya. ;)



 
 Terima kasih untuk Wancrut, Kurns, dan Chac Lubber yang telah berbaik hati meminjamkan kameranya sehingga saya bisa bikin tutorial ini. ^^

Oya, untuk lebih jelasnya, saya sarankan sebelum membuat sabun sendiri khatamkan dulu mengenai sabun natural itu sendiri. Hehehe... Mengenai manfaat, kelebihan, kekurangan, kenapa begini, kenapa begitu, silahkan kunjungi blog Diary of Soapmaker. Pokonya cerita-cerita tentang sabun natural buatan sendiri lengkap di sana. Saya juga pernah menulis sedikit cerita tentang sabun natural ini di Zine Fabulinus #2, silahkan kunjungi Linonipi jika ada yang ingin mendonlot nya ;)

Catatan Kecil : Soundtrack pas bikin tutorial ini adalah Dub Kelat Beras milik Tragic Soundsystem pas buat kami (saya dan Wancrut yang memilih bikin sabun daripada rajin masuk kuliah, hihihi... apa bede?)

Rabu, 16 Januari 2013

Too Lazy To Move Party : Make your own party

Hola... Selamat tahun baru semua... (sungguh terlalu terlambatnya yah? hahaha...)
Ya..ya.. menyambut tahun baru hingga kemarin saya betul-betul sok sibuk :p
Jadilah pagi ini saya baru memulai postingan pertama di tahun 2013.
Apa yang mau saya bagi adalah, cerita mengenai perayaan malam tahun baru saya yang paling keren selama saya kenal sama yang namanya tahun baru. Hehehe... Tentu saja sebelum-sebelumnya saya tidak pernah serius merayakan tahun baru. Bagi saya semuanya sama saja. jadi apa yang mau dirayakan?
Tapi kali ini saya memilih untuk ikut merayakannya karena saya menerima tamu alias jadi host untuk 3 teman dari Couchsurfing. Mereka adalah Jane dari Slovakia, Adeline, dan Lily dari Romania. Tiba di Makassar tangal 30 Desember 2012.













Kami menghabiskan hari hanya dengan bertukar banyak cerita sambil nonton film di kosan ku lantaran hujan deras sepanjang hari. Mereka tak bisa ke mana-mana. Lalu di pagi hari kedua mereka di Makassar kami ngobrol mengenai perayaan tahun baru di mana? Tentu saja saya kebingungan cari tempat. Tahun-tahun sebelumnya, kalau tidak pulang kampung, ya saya cuma di kampus nongkrong sama teman, tidak ada yang spesial. Ya tentu saja hanya seperti itu karena memang saya tidak punya alasan lebih merayakan tahun baru, itu bukan kebiasaan saya. Lagipula saya tidak punya kendaraan pribadi, jadi kalau mau ke kota (soalnya kos ku jauh dari pusat kota) untuk merayakan tahun baru, pulangnya mau naik apa? Kubayangkan juga sepanjang jalan akan macet jadi saya malas keluar. Kemudian mereka pun berdiskusi, keputusannya adalah : mereka akan tetap ke kota untuk merayakan tahun baru tak apa pulang harus bayar ongkos taxi mahal, soalnya ini cuma sekali setahun. Sip. Tapi kalian mau ke mana???

Saya tiba-tiba ingat kalau tahun lalu Fami diundang oleh sebuah kafe buat main dub pas malam tahun baru. Saya mengiriminya sms dan bertanya apa dia dapat undangan buat menggung lagi? Atau paling tidak, apa dia tahu ada tempat keren buat merayakan tahun baru yang murah meriah tapi full musik. Tak lama Fami bilang mending ke tempat kerjanya. Kubayangkan di sana akan ramai dengan orang-orang yang tidak kukenal. Tapi tak apalah, ada Adi Yuda juga, paling tidak saya teman ngobrol nantinya di sana. Kalau tiga cewek ini saya tidak khawatir, tentu saja akan dapat banyak teman baru, bule gitu loh! Hehehe... Dan hal yang paling bikin saya semangat buat pergi karena Fami bilang dia main Dub di sana. Masih ingat ceritaku tentang DIY Party : Dub Party?

Singkat cerita kami pun berangkat pukul 8 malam karena takut kena macet. Acaranya dimulai pukul 10. Ternyata tak ada macet, mungkin karena gerimis. Karena perjalan mulus dan kami terlalu cepat sampai, kami memilih minum kopi dulu di salah satu kafe termurah untuk kawasan pusat kota, hehehe. Mereka berbagi cerita tentang tahun baru di negara masing-masing. Bahwa ini kali pertama mereka merayakan tahun baru tanpa salju. Hehehe...

Oke, pukul 10. Kami berjalan menuju kantor Fami, tentu saja dengan menenteng banyak bir. Saya juga diminta Fami untuk membawa lampu hias, seperti biasa. ^^

Dan sampai di sana betapa terkejutnya karena ternyata hanya ada beberapa orang dan ruang kerja Fami sudah dihias sedemikian kerennya. Plus Plus. Hanya butuh kaos tangan plastik yang diisi air, plastik es batu, kertas minyak, dan lampu hias. Tentu saja dengan seperangkat alat buat mixtape yang disediakan sendiri oleh empunya Tragic Soundsystem. Sempurna! Cemilan dan minuman jangan lupa ;)

Jane bercerita, kalau dia juga sering membuat acara seperti itu. Tapi karena mereka tidak punya teman yang jago mix musik seperti Fami (Oh... itu bikin saya sadar betapa beruntungnya saya bisa kenal sama Fami ini, hehehe) maka Jane dkk memutar musik dengan dua laptop diputar bersamaan, hasilnya mix juga kan? Hehehe... yang penting ada musik, makanan, minuman, dan teman. ^^

Tepat pukul 12 kami keluar melihat kembang api yang aduh terlalu banyak sampai kami bosan. Fami terus memainkan musik dub nya... keren sekali...

Kami memutuskan untuk pulang sekitar pukul 3 subuh. Saya sendiri sudah mengantuk, tapi tak ada pilihan lain, kami harus pulang. Dan ternyata masih ada angkot, cihuy...

Ini benar-benar keberuntungan. We start this new year with one word : LUCKY ^^

Terima kasih Fami, Adi Yuda, Ullsick, Iqbal Abdi, Rial, Andi, Donna, Balo, Ava, dan semua yang ada di sana malam itu. ^^